Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sayuran sebagai Pupuk Organik Cair dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Gumelem Pakis Bagas Dwi Aji Saputra; Aulia Zaki; Tri Wahyuningtias; Zahra Anisa Wira Yudha; Citra Mugi Rahayu; Febrianingsih Febrianingsih; Nurbaity Khoirun Nissa; Fachrizal Lukman Hakim; Sepsi Isra Mirado; Tegar Yusuf Karuniawan; Resti Kurnia Triastanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3000

Abstract

Pengelolaan limbah organik menjadi tantangan di berbagai daerah pedesaan, kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengolahan limbah sayuran sebagai pupuk organik menyebabkan limbah dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara optimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah dapat menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Gumelem, Kecamatan Pakis, tentang pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair sebagai solusi pengelolaan limbah dan peningkatan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup observasi, sosialisasi, dan pelatihan berbasis partisipatif kepada warga, terutama ibu-ibu kader desa sebanyak 18 orang. Tahapan kegiatan dimulai dari koordinasi dengan aparat desa, penyampaian materi secara langsung disertai dengan media video dan brosur, hingga monitoring hasil penerapan. Pembuatan pupuk organik cair dilakukan melalui proses fermentasi limbah sayur yang dicampur dengan EM4 dan gula selama 7–14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan warga terhadap pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair, yang sebelumnya belum banyak diketahui. Penggunaan media video terbukti efektif dalam menyampaikan informasi teknis secara visual, sedangkan brosur berfungsi sebagai panduan praktis berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap edukasi masyarakat dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan berbasis tanpa limbah, serta mendorong kemandirian petani dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk yang ramah lingkungan
Peningkatan Keterampilan dan Kompetensi Siswa SMK dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 melalui Pelatihan 3D Printing Sigit Mujiarto; Ikhwan Taufik; Muhammad Ja'far Ahsinul Rokhmat; Nurbaity Khoirun Nissa; Mohammad 'Ulyan
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2801

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 requires Vocational High Schools (SMK) to master key technologies such as 3D Printing. SMK Negeri 1 Windusari, the service partner, faces technology gaps, characterized by limited equipment and a lack of practical (hands-on) knowledge regarding FDM 3D Printing. The objective of this service is to enhance the knowledge and understanding of students, teachers, and lab assistants regarding 3D Printing (Additive Manufacturing) as a core pillar of Industry 4.0. The methodology involved integrating knowledge transfer and practical skills (learning by doing) using FDM machines. The service emphasized a participatory and community-driven relevance approach. Evaluation was conducted quantitatively using pre-test and post-test comparisons. Results showed a significant increase in competence, with the participants’ average score rising from 50.67 to 74. This strengthens the competence of the Machining Engineering Department, preparing adaptive graduates in the field of Additive Manufacturing.
Pengaruh parameter suhu dan equivalence ratio terhadap kandungan tar pada gasifikasi limbah biomassa menggunakan ASPEN plus Nurbaity Khoirun Nissa; Arif Rahman Saleh; Arbye S Arbye S; Sigit Mujiarto
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 2 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i2.10484

Abstract

Indonesia faces challenges in the transition toward cleaner and more sustainable energy, one of which is the utilization of rice husk biomass waste. Magelang Regency produces approximately 33,960 – 39,054 tons of rice husk per year, which has not been optimally utilized. Rice husk can be converted into synthesis gas through gasification, although this process produces tar that can clog equipment, cause corrosion, and reduce system efficiency. This study models the rice husk gasification process using ASPEN Plus software with a kinetic reaction approach at an operating temperature of 900°C, identified as the optimum temperature, and analyzes the effect of equivalence ratio (0.30, 0.35, and 0.40) on tar content and synthesis gas composition. The reactor model was developed through a drying stage using an RStoic block, pyrolysis using RYield and RGibbs blocks, and gasification using RPlug blocks divided into oxidation and reduction zones. The results show that increasing the equivalence ratio from 0.30 to 0.40 effectively reduces tar content from 0.03109 kg/Nm³ to 0.01206 kg/Nm³, while H2 content decreases from 14.01% to 11.66%, CO from 23.54% to 18.70%, and CH4 from 1.04% to 0.86%, whereas CO2 content increases from 5.95% to 8.23%. The condition of equivalence ratio 0.30 produced the best synthesis gas quality, while the lowest tar content was achieved at equivalence ratio 0.40.