Setio Utomo
Universitas KH. Mukhtar Syafaat Banyuwangi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Otoritas Periwayatan Hadis di Era Digital Tren Validasi Otomatis dan Implikasinya terhadap Studi Hadis Harisun Fuad; Yudi Sahara; Setio Utomo; Mirhabun Nadir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1609

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis transformasi otoritas periwayatan hadis akibat kemunculan teknologi validasi otomatis di era digital. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak tren validasi otomatis terhadap peran otoritas ilmiah, khususnya ulama tradisional, serta keberlanjutan studi hadis klasik dalam konteks pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, sebuah lembaga yang memadukan tradisi keilmuan klasik dan pemanfaatan teknologi digital. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala pesantren, guru hadis, dan peserta didik, serta dokumentasi berbagai materi pembelajaran dan penggunaan aplikasi digital validasi hadis. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi validasi otomatis memberikan efisiensi tinggi dalam proses verifikasi sanad dan matan hadis, namun belum mampu menggantikan peran kontekstual ulama. Digitalisasi rantai periwayatan meningkatkan aksesibilitas dan transparansi data, sekaligus mendorong kolaborasi lintas disiplin. Peran ulama kini bergeser dari pengawal eksklusif menjadi moderator konten digital, yang menuntut adaptasi strategis terhadap ekosistem keilmuan baru. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi dan keilmuan klasik menjadi krusial demi menjaga integritas dan relevansi studi hadis di era digital.