Dasrizal Dahlan
Universitas Muhammadiyah Sumaera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Neuroembriologi Dan Perkembangan Otak Firdaus Firdaus; Hendri Hendri; Ahmad Lahmi; Dasrizal Dahlan; Rosniati Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1828

Abstract

Neuroembriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan sistem saraf sejak tahap awal kehidupan embrio hingga pembentukan struktur otak yang kompleks. Pada tahap pra‑kelahiran, proses gastrulasi membentuk tiga lapisan germinal (ektoderm, mesoderm, endoderm), di mana ektoderm selanjutnya berdiferensiasi menjadi neuroektoderm dan memulai neurulasi, yakni pembentukan tabung saraf yang akan berkembang menjadi otak dan medula spinalis . Selama minggu ke‑3 hingga ke‑8 kehamilan terjadi pembentukan vesikel otak primer (prosensefalon, mesensefalon, rombensefalon), proliferasi dan migrasi neuronal, sinaptogenesis, serta mielinisasi awal yang menjadi fondasi struktur jaringan saraf pusat. Setelah lahir, otak terus berkembang melalui fase arborisasi dendritik, konsolidasi sinaps, dan mielinisasi yang berlangsung hingga masa anak sekolah dan remaja, memungkinkan terjadinya neuroplastisitas yang tinggi. Pemahaman mendalam terhadap tahapan‑tahapan ini sangat penting untuk menangani gangguan perkembangan (misalnya cacat tabung saraf) dan memaksimalkan potensi kognitif individu.Implikasi praktis bagi pendidikan mencakup desain kurikulum yang selaras dengan periode kritis perkembangan otak, penggunaan strategi multisensori (misalnya permainan dan aktivitas gerak), serta optimalisasi kecerdasan melalui stimulasi yang mengaktifkan area‑area otak secara seimbang (otak kiri–kanan dan tiga lapis triune: logika, emosi, motorik) . Pendekatan berbasis neurosains ini bertujuan meningkatkan daya ingat, fokus, dan kreativitas peserta didik melalui pengalaman pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan kontekstual .