Munawiah Abdullah
Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perjuangan Masyarakat Gayo Dalam Menentang Kolonial Belanda Tahun 1904-1916 Anwar Daud; Rizki Sidiq; Munawiah Abdullah; Marduati Mukhtar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1856

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjuangan masyarakat Gayo dalam menentang Kolonial Belanda. Data dikumpulkan melalui metode penelitian sejarah dengan langkah langkah yaitu heururistik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada masa lalu, wilayah Gayo dapat diakses dari berbagai arah hanya dengan berjalan kaki, meskipun jalurnya dipenuhi oleh hutan lebat dan pegunungan terjal. J.B. Van Heutsz, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Militer Belanda di Aceh, memerintahkan Letnan Kolonel G.C.E. Van Daalen untuk memimpin pasukan Marsose atau yang dikenal dalam istilah Belanda sebagai Korps Marechaussee dalam upaya menaklukkan wilayah Gayo dan Alas, yang menjadi benteng pertahanan masyarakat Aceh. Awal mula penyebab terjadinya perang antara Aceh dengan Belanda dari terbentuknya Traktat Sumatera yang berisi tentang Inggris yang memberikan Belanda kebebasan untuk bertindak apa saja terhadap Aceh, Seiring waktu pada akhirnya penjajahan turut sampai dan dirasakan oleh masyarakat Gayo Laut. Masyarakat Gayo Laut tidak hanya diam dan menerima untuk dijajah, akan tetapi mereka melakukan perlawanan terhadap Belanda. Hal ini ditandai dengan terjadinya beberapa perperangan diantara Gayo Laut dengan Belanda.