Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana pengaruh proporsi terigu dan tepung ganyong terhadap tingkat kesukaan soft cookies (warna, bentuk, tekstur, aroma, rasa, dan cheewy). 2. Bagaimana formula soft cookies terpilih berdasarkan uji hedonik (warna, bentuk, tekstur, aroma, rasa, dan cheewy) 3. Bagaimana kandungan gizi soft cookies terpilih (karbohidrat, protein, serat, dan abu). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah banyaknya jumlah proporsi terigu pada tepung ganyong yaitu: 50% : 50%, 25% : 75% dan 100%. Metode pengumpulan data dengan cara observasi uji hedonik dilakukan pada 30 panelis dan masing masing diberi 3 sampel. Teknik analisis data dengan menggunakan uji anova tunggal dilanjutkan dengan uji duncaan apabila hasil produk ada berpengaruh. Berdasarkan tujuan tersebut, dapat diperoleh kesimpulan: 1. Proporsi tepung ganyong tidak berpengaruh nyata terhadap hasil jadi warna, aroma, rasa, tekstur, bentuk dan cheewy menurut tes uji anova tunggal, sedangkan menurut hasil tes uji duncan, proporsi tepung ganyong 75% dan terigu 25% menempati subset tertinggi. Hasil tes uji duncan bisa dilihat dalam lampiran 4. 2.Berdasarkan hasil uji anova tunggal tidak ditemukan formula soft cookies ganyong terbaik, karena uji parameter mutu menunjukkan nilai signifikan > alfa, sehingga semua parameter tidak berpengaruh signifikan. Namun dari hasil rerata nilai mean tertinggi adalah proporsi terigu 25% dan tepung ganyong 75%. 3. Kandungan gizi soft cookies terpilih yang sangat disukai, menurut rerata adalah proporsi 75% tepung ganyong dan 25% terigu. Adapun hasil uji laboratorium soft cookies proporsi tepung ganyong dan terigu memiliki kandungan air sebesar 26,10% per 100 gram, lemak sebesar 6,02% per 100 gram, karbohidrat sebesar 50,95% per 100 gram, protein sebesar 12,28% per 100 gram, serat sebesar 4,32% per 100 gram, dan abu sebesar 0,34% per 100 gram.