Rahmah Rahmah
Institut Pendidikan dan Teknologi Aisyiyah Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kecakapan Hidup (Life Skill) Anak Speech Delay di PAUD Rahmah Rahmah; Muslika Muslika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2024

Abstract

Anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara seringkali mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan, pendapat, dan keinginannya, sehingga dapat membuat mereka frustasi. Dalam hal ini, peran orang tua dan guru dalam membina perkembangan anaknya sangatlah penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam membentuk kecakapan hidup (life skills) anak speech delay dan kendala apa yang dialami dalam perencanaan kecakapan hidup (life skills) anak speech delay di PAUD. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang berupaya memahami fenomena, adapun informan dalam penelitian ini adalah guru, peserta didik dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah guru dalam menghadapi anak Speech Delay hanya menggunakan metode/strategi kasih sayang. Dimana dengan memberikan kasih sayang kepada anak dapat memastikan semua anak terlayani, pemberian sikap kasih sayang diberikan melalui sikap dan pembiasaan pada perilaku, berkomunikasi, bahasa tubuh dan gestur tubuh dan kendala yang dialami oleh guru dalam mengajarkan kecakapan hidup (lif skills) pada anak speech delay diantaranya komunikasi yang terbatas, keterbatasan alat bantu, perhatian individual yang lebih, keterbatasan pengetahuan guru, faktor emosional anak.
Peran Pengasuhan Orangtua dalam Perkembangan Emosioanal Anak Usia 5-6 Tahun di TK Cahaya Negeri: The Role of Parenting in the Emotional Development of Children Aged 5-6 Years at Cahaya Negeri Kindergarten Monica Verawati Simamora; Susi Herlinda; Rahmah Rahmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7178

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengasuhan orangtua dan pola asuh terhadap perkembangan emosional anak usia dini di TK Cahaya Negeri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Peran pengasuhan keluarga dan pola asuh pada perkembangan emosional menentukan kemampuan anak mengelola emosi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengkaji informasi yang lebih rinci dan mendalam. Temuan menunjukkan bahwa peran orangtua dalam pengasuhan anak sangat berperan dalam perkembangan emosi anak. Dalam penelitian ini orangtua tidak berperan dengan baik dalam mengembangkan perkembangan emosional anak. Orangtua tentunya menjadi teladan dan model yang baik pada anak tetapi sebaliknya orangtua mengabaikan anak dan orangtua menerapkan pola pengasuhan yang tidak baik dalam perkembangan emosional anak, orangtua menerapkan pola asuh abai yang dapat menghambat perkembangan emosional anak terlihat ketika anak tidak mampu mengontrol emosinya dengan baik. Anak yang mengalami kekerasan dan pengabaian cenderung meniru perilaku tersebut, yang mengakibatkan kesulitan dalam mengelola emosi, anak mudah marah, agresif, berperilaku kasar, yang menyebabkan masalah pada emosional anak sehingga dalam keseharian anak memiliki hubungan sosial yang tidak sehat. Pendidik juga berperan dalam pengelolaan emosi anak selama disekolah, dengan adanya upaya yang dilakukan pendidik diharapkan dapat membantu anak mengenali dan mengelola emosinya dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan perkembangan emosional anak usia dini melalui pengasuhan dan pola asuh yang baik. Keywords: Perkembangan emosional, orangtua, pola asuh, anak usia dini.