Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. S dengan Masalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Utari Ariyanti; Selvia Yolanda Dalimunthe; Yessica Hotmaida Tarihoran
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7242

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is one of the main causes of high neonatal morbidity and mortality in Indonesia. This study aims to describe the comprehensive nursing care process for a baby with LBW in the NICU room of Bina Kasih Hospital Medan. The design used was a descriptive case study with one patient as the subject, Mrs. S, who was born weighing 1,500 grams and was 35 weeks and 4 days gestational age. Data were collected through direct observation, interviews with parents, medical record documentation studies, and literature reviews. The results of the study showed four main nursing diagnoses, namely ineffective thermoregulation, nutritional imbalance less than body requirements, risk of infection, and parental anxiety. Interventions were carried out through temperature monitoring, breastfeeding through OGT, umbilical cord care, and family education. After 3 days of care, two nursing diagnoses were successfully resolved, while the other two required follow-up. This study emphasizes the importance of a holistic and integrated nursing approach to improve clinical outcomes of LBW babies, as well as the active role of nurses in education and emotional support to families. Appropriate and evidence-based nursing care is the key to optimal neonatal care.
Analisis Ketepatan Triage Dengan Outcome Pasien Anak Pada Kasus Gawat Darurat Di RSU Bina Kasih Medan Yessica Hotmaida Tarihoran; Selvia Yolanda Dalimunthe; Utari Ariyanti; Sarmauli Siahaan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2085

Abstract

Triage merupakan proses awal yang krusial dalam pelayanan gawat darurat, terutama pada pasien anak yang memiliki kerentanan fisiologis dan keterbatasan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketepatan triage dengan outcome pasien anak pada kasus gawat darurat di RSU Bina Kasih Medan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan metode potong lintang. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara ketepatan triage dengan lama rawat inap (p=0,016), kebutuhan perawatan di ICU (p=0,036), dan status kesembuhan pasien (p=0,029). Temuan ini menunjukkan bahwa triage yang tepat berdampak positif terhadap efisiensi layanan, pengurangan lama rawat, dan peningkatan angka kesembuhan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan petugas triage dan validasi sistem triage anak yang sesuai dengan kondisi lokal.
Analysis of posyandu cadre duties in implementing the stunting prevention program Utari Ariyanti; Selvia Yolanda Dalimunthe; Yessica Hotmaida Tarihoran
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 9 (2025): December Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i9.2120

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that has a serious impact on children's growth and development, particularly during the first 1,000 days of life. Community-based health efforts are essential in preventing stunting, with Posyandu cadres playing a key role at the grassroots level. Purpose: to analyze the roles and duties of Posyandu cadres in implementing stunting prevention programs, Method: This research employed a quantitative design using a Chi-Square analysis approach to examine the relationship between the roles and duties of Posyandu cadres and stunting prevention efforts. Results: The results showed a significant relationship between all roles and duties of Posyandu cadres and stunting prevention efforts, as indicated by P-values < α for all analyzed variables. These findings are supported by secondary data and previous studies demonstrating that active cadre involvement in education, monitoring, and nutritional interventions contributes substantially to reducing stunting prevalence. Conclusion: Posyandu cadres have a strategic and significant role in stunting prevention within the community through education, monitoring, and direct nutritional interventions.
Meningkatkan Pemahaman Ibu Hamil tentang Risiko dan Pencegahan BBLR melalui Edukasi Berbasis Komunitas Utari Ariyanti; Selvia Yolanda Dalimunthe; Yessica Hotmaida Tarihoran
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bn1sgd35

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting kesehatan neonatal yang masih menjadi masalah di Indonesia. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang faktor risiko dan pencegahan BBLR menjadi penyebab tingginya prevalensi kasus ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di Puskesmas Medan Sunggal dengan melibatkan 24 ibu hamil sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok kecil, dan simulasi, dengan media pendukung berupa leaflet dan poster visual. Hasil pre-test menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah. Namun setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, di mana 79% peserta menjawab benar lebih dari 75% pertanyaan. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga membangun motivasi dan keterlibatan aktif peserta dalam menjaga kesehatan kehamilan. Edukasi berbasis komunitas terbukti efektif sebagai strategi promotif yang relevan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku preventif ibu hamil terhadap risiko BBLR. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi kesehatan ibu di tingkat komunitas secara berkelanjutan.