Industri konstruksi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. PT Dantosan Precon Perkasa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang beton pracetak menghadapi berbagai tantangan dalam rantai pasok yang berdampak pada rendahnya efisiensi operasional. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi berbagai jenis pemborosan (waste) seperti overproduction, kelebihan inventori, waktu tunggu, transportasi yang tidak efisien, overprocessing, produk cacat, dan gerakan yang tidak perlu pada setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pemasangan di lokasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi rantai pasok, mengidentifikasi jenis-jenis pemborosan yang terjadi, serta merumuskan strategi perbaikan berbasis pendekatan Lean Supply Chain Management (LSCM). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat analisis utama yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan kondisi saat ini dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Selain itu, digunakan juga diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab pemborosan, serta diterapkan prinsip-prinsip lean seperti Just-In-Time (JIT) dan Kanban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan paling dominan terjadi pada waktu tunggu dan overstock pada tahap pengadaan bahan baku dan proses produksi, yang disebabkan oleh perencanaan permintaan yang kurang akurat dan ketidakseimbangan lini produksi. Distribusi yang tidak optimal serta manajemen inventori yang tidak efektif juga turut menambah biaya operasional. Dengan penerapan konsep lean seperti penjadwalan ulang, peningkatan koordinasi dengan pemasok, serta sistem pencatatan real-time, efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Lean Supply Chain Management mampu mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, serta meningkatkan efisiensi pada rantai pasok PT Dantosan Precon Perkasa. Rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dan kepuasan pelanggan.