Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendamping Persalinan (Suami Yang Menemani Istri) Terhadap Proses Kemajuan Dalam Persalinan Pada Ibu Bersalin Astin Nur Hanifah; Andi Ernawati Manuntungi; Warda; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; Karnely
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2497

Abstract

Partisipasi suami sebagai pendamping persalinan semakin diakui dalam meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap kemajuan proses persalinan pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran suami selama proses persalinan berhubungan signifikan dengan percepatan dilatasi serviks dan penurunan rasa nyeri. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan suami dalam mendukung proses kelahiran secara fisiologis dan psikologis.
Efektivitas Mobile Health (mHealth) dalam Mendukung Continuity of Care Kebidanan pada Ibu Hamil Trimester III Adisty Dwi Treasa; Sitti Nur Intang; Aisyah Vitariani; Fanny Astuti; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; A. Eka Ridha Suhartini Yusuf
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7244

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah membuka peluang baru dalam meningkatkan pelayanan kebidanan, salah satunya melalui mobile health (mHealth). Penggunaan aplikasi berbasis ponsel dapat memperkuat kesinambungan asuhan kebidanan (continuity of care) dengan memberikan pemantauan dan edukasi yang berkelanjutan kepada ibu hamil. Pada trimester III, kebutuhan akan pemantauan yang intensif menjadi penting untuk mendeteksi dini komplikasi dan meningkatkan kesiapan persalinan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mHealth dalam mendukung continuity of care kebidanan pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas X Kabupaten Y. Sebanyak 60 responden ibu hamil trimester III dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (menggunakan aplikasi mHealth selama 4 minggu) dan kelompok kontrol (pelayanan konvensional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, kepatuhan ANC, dan kepuasan ibu, kemudian dianalisis dengan paired t-test dan independent t-test pada taraf signifikansi 0,05. Terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan ibu hamil (p < 0,001), kepatuhan antenatal care (p = 0,02), serta kepuasan terhadap pelayanan kebidanan (p = 0,03) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Penggunaan aplikasi mHealth efektif dalam meningkatkan continuity of care kebidanan pada ibu hamil trimester III melalui peningkatan pengetahuan, kepatuhan pemeriksaan kehamilan, dan kepuasan terhadap pelayanan. Implementasi mHealth perlu dikembangkan lebih luas di pelayanan kebidanan sebagai inovasi pendukung digitalisasi kesehatan ibu dan anak.
Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Kehamilan Dengan Pendekatan Continuity Of Care Dewi Hastuty; Cakrawati R Cakrawati R; Nur Fatimah; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process that requires continuous care and attention to maintain the health of both mother and fetus. Limited knowledge among pregnant women regarding pregnancy care may increase the risk of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum periods. The Continuity of Care (CoC) approach is a continuous healthcare service model provided from pregnancy, childbirth, postpartum care, to newborn care. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding pregnancy care through the Continuity of Care approach. The implementation methods included health education, interactive discussions, pregnancy care demonstrations, mentoring for pregnant women, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 pregnant women in the assisted area. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 58 to 89 in the post-test. In addition, pregnant women began to understand the importance of routine antenatal care, nutritional fulfillment, danger signs during pregnancy, and preparation for safe childbirth. This program proved effective in improving maternal health literacy through the Continuity of Care approach. Keywords: Health Education, Pregnancy Care, Continuity Of Care, Pregnant Women, Maternal Health ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Pendekatan Continuity of Care (CoC) merupakan model pelayanan kesehatan berkesinambungan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya perawatan kehamilan melalui pendekatan Continuity of Care. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi perawatan kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu hamil di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 58 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu hamil mulai memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan yang aman. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil melalui pendekatan Continuity of Care. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kehamilan, Continuity Of Care, Ibu Hamil, Kesehatan Maternal
Aspek Psikologis Ibu Postpartum: Studi Kasus Haryati Sahrir; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; Pratiwi Bayuningrum; Sudin Riyadi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1059

Abstract

Background: The postpartum period is a complex transition period for mothers, affecting not only the physical but also the psychological aspects. Hormonal changes, new role demands, and lack of social support can trigger psychological disorders such as baby blues, postpartum depression, and anxiety. Objective: This case study aims to describe the psychological aspects of postpartum mothers and the factors that influence them. Methods: This study used a qualitative approach with a case study design. The subject was a mother on day 10 of postpartum who was experiencing emotional distress. Data were collected through in-depth interviews, observations, and a review of medical documentation. Results: The study results showed that the mother experienced symptoms of baby blues, including feelings of sadness, crying easily, fatigue, and excessive anxiety. Factors influencing the mother's psychological condition include hormonal changes, lack of husband's support, physical exhaustion, and a lack of understanding about postpartum adaptation. Conclusion: The psychological aspects of postpartum mothers require special attention from healthcare professionals and families. Early detection and psychosocial support are crucial to prevent more severe psychological disorders.