Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendamping Persalinan (Suami Yang Menemani Istri) Terhadap Proses Kemajuan Dalam Persalinan Pada Ibu Bersalin Astin Nur Hanifah; Andi Ernawati Manuntungi; Warda; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; Karnely
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2497

Abstract

Partisipasi suami sebagai pendamping persalinan semakin diakui dalam meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap kemajuan proses persalinan pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran suami selama proses persalinan berhubungan signifikan dengan percepatan dilatasi serviks dan penurunan rasa nyeri. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan suami dalam mendukung proses kelahiran secara fisiologis dan psikologis.
Pengaruh Kebiasaan Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Sekolah Dasar Dia Rejeki Utami; Andi Ernawati Manuntungi; Nuryanti Thahir
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breakfast is one of the eating habits that plays an important role in providing energy for the body, especially for school-aged children who require optimal concentration during learning activities. This study aimed to determine the effect of breakfast habits on learning concentration among elementary school children. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 60 elementary school students selected using purposive sampling techniques. Breakfast habits were measured using questionnaires, while learning concentration levels were assessed through observation instruments. Data were analyzed using statistical tests to determine the relationship between breakfast habits and learning concentration. The results showed that children who regularly consumed breakfast had better learning concentration compared to children who did not regularly eat breakfast. The analysis indicated that breakfast habits were associated with learning concentration among elementary school children. Regular breakfast consumption can help fulfill energy and nutritional needs, thereby supporting cognitive function, attention, and learning activities.
Program PHBS Gigi: Edukasi Dan Demonstrasi Cara Sikat Gigi Yang Efektif Untuk Anak Sekolah Darmi Arda; Dia Rejeki Utami; Ayu Sri Wahyuni; Andi Ernawati Manuntungi; Andi Kamal M.Sallo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1123

Abstract

ABSTRACT Oral and dental health is an important part of overall health. In school-age children, dental health problems such as caries are still common due to poor dental hygiene habits. One promotional effort that can be implemented is through the Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) program, which provides education and demonstrations on how to brush teeth properly. This community service activity aims to improve schoolchildren's knowledge and skills regarding effective tooth brushing. Implementation methods included dental health education, demonstrations on how to brush teeth properly, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. The results of the activity showed an increase in children's knowledge and skills regarding proper tooth brushing and an increased awareness of maintaining dental hygiene. This PHBS dental program is expected to foster healthy dental habits from an early age. Keywords: Community Service, PHBS, Children's Dental Health, Tooth Brushing ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada anak usia sekolah, masalah kesehatan gigi seperti karies masih sering ditemukan akibat kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan gigi. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan edukasi dan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak sekolah mengenai cara menyikat gigi yang efektif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan gigi, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak mengenai cara menyikat gigi yang benar serta meningkatnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan gigi. Program PHBS gigi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, PHBS, Kesehatan Gigi Anak, Menyikat Gigi
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Dia Rejeki Utami; Andi Ernawati Manuntungi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1048

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by elevated blood sugar levels due to impaired insulin secretion or function. Blood sugar control is significantly influenced by patient behavior in managing the disease, one of which is the patient's level of knowledge. Good knowledge is expected to encourage patients to adopt a healthy lifestyle and adhere to treatment. This study aims to determine the relationship between patient knowledge and blood sugar levels in patients with Diabetes Mellitus. This study used a quantitative method with an analytical design and a cross-sectional approach. The study sample was patients with Diabetes Mellitus undergoing treatment at health care facility X. Data were collected using a knowledge questionnaire and blood sugar level results, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between patient knowledge and blood sugar levels (p < 0.05).
The Relationship Between Smoking Behavior And Respiratory Health Disorders Yona Sahalessy; Elvira Safidni; Andi Ernawati Manuntungi; Rahmat Pannyiwi; Ayu Sunarti. S
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1113

Abstract

Smoking is a major risk factor for respiratory health problems. The harmful substances in cigarettes, such as nicotine, tar, and carbon monoxide, can cause respiratory tract irritation, decreased lung function, and increased the risk of chronic respiratory diseases. This study aims to determine the relationship between smoking behavior and respiratory health problems. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a smoking behavior questionnaire and a respiratory complaints questionnaire. Data analysis was performed using the Chi- Square test. The results showed a significant relationship between smoking behavior and respiratory health problems (p < 0.05). It was concluded that smoking behavior is closely related to an increased risk of respiratory health problems.
Pendampingan Keluarga Melalui Komunikasi Terapeutik Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Rahmat Pannyiwi; Elvira Safidni; Andi Ernawati Manuntungi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memerlukan pelayanan kesehatan yang komprehensif, tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga dukungan keluarga yang berkelanjutan. Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang berperan dalam proses perawatan, rehabilitasi, pencegahan kekambuhan, serta peningkatan kualitas hidup ODGJ. Namun demikian, masih banyak keluarga yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif dengan ODGJ akibat kurangnya pengetahuan mengenai komunikasi terapeutik, sehingga interaksi yang kurang tepat dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien dan menghambat proses pemulihan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan komunikasi terapeutik sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menerapkan komunikasi terapeutik sebagai bentuk pendampingan yang mendukung peningkatan kualitas hidup Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2026 di wilayah kerja salah satu puskesmas dengan melibatkan 35 keluarga yang memiliki anggota keluarga ODGJ. Kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan komunikasi terapeutik, simulasi komunikasi, diskusi kelompok, konseling keluarga, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan kuesioner kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,4 sebelum intervensi menjadi 91,3 setelah kegiatan. Sebanyak 94,3% peserta mampu menerapkan prinsip komunikasi terapeutik, 91,4% memahami tanda-tanda kekambuhan, 88,6% mampu memberikan dukungan psikososial secara tepat, dan 97,1% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Pendampingan keluarga melalui komunikasi terapeutik meningkatkan kepercayaan diri keluarga dalam mendampingi ODGJ selama proses pemulihan. Pendampingan keluarga melalui komunikasi terapeutik efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan keluarga dalam mendukung proses pemulihan ODGJ. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif berbasis keperawatan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup ODGJ dan memperkuat peran keluarga dalam pelayanan kesehatan jiwa. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Keluarga, Kesehatan Jiwa, ODGJ, Pemberdayaan Masyarakat.