Kepercayaan diri merupakan kunci utama atau faktor penting dalam perkembangan individu, terutama bagi pelajar diusia remaja. selama masa ini, para remaja sering kali mengalami perubahan fisik dan emosional yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri mereka. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan yang dapat membantu siswa untuk mengatasi perasaan cemas, ragu, atau takut yang dapat menghalangi potensi mereka. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melibatkan siswa dalam aktivitas yang mengasah keterampilan fisik dan mental, seperti pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling,. Metode Ekperimen ini menguji kemampuan anak terhadap perlakuan terhadap variabel dependen. Meskipun analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (sig.) 0,128 pada uji-t yang lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05 (H0 diterima, H1 ditolak), temuan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Meskipun uji T menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara rata-rata pretest dan posttest, data observasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa secara kualitatif. Peningkatan ini terlihat dalam persentase keberhasilan (dari 63,6% menjadi 100%) berdasarkan observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kesimpulannya, meskipun analisis kuantitatif tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik, temuan kualitatif dan tren peningkatan yang diamati dalam observasi lapangan memberikan bukti adanya pengaruh positif pembelajaran pencak silat terhadap kepercayaan diri siswa.