Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi energi tak dan konsumsi energi terbarukan terhadap perkembangan industri di kawasan ASEAN. Energi merupakan salah satu komponen utama dalam kegiatan produksi, sementara perubahan menuju energi terbarukan menjadi prioritas untuk mencapai pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantatif, data yang digunakan merupakan data panel yang terdiri dari 10 negara anggota ASEAN periode 2002-2021, dengan sumber data diperoleh dari World Bank Data. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsumsi energi tak terbarukan (X1), konsumsi energi terbarukan (X2), investasi asing (X3) dan output industri (Y). Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi data panel melalui pendekatan Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Pemilihan model terbaik dilakukan dengan uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi tak terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan industri di kawasan ASEAN. Konsumsi energi terbarukan menunjukkan hubungan negatif namun tidak signifikan terhadap perkembangan industri. Dan investasi asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perkembangan industri di kawasan ASEAN. Temuan ini menunjukkan bahwa sektor industri ASEAN masih bergantung pada sumber enegri tak terbarukan, perlunya kebijakan yang mendukung perubahan menuju energi terbarukan tanpa menghambat perkembangan sektor industri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dan pengembangan strategi energi di kawasan ASEAN untuk mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan