Apoteker sebagai penanggungjawab Apotek harus melakukan perencanaan dalam rangka pemenuhan perbekalan farmasi untuk menunjang pelayanan farmasi klinik yang dilakukan di Apotek. Diperlukan adanya analisis rencana pengadaan terhadap kebutuhan perbekalan farmasi di Apotek. Terdapat beberapa analisis dalam melakukan perencanaan, salah satunya Analisis Kombinasi ABC VEN yaitu gabungan antara Analisis ABC dan Analisis VEN. Adanya pengelolaan perencanaan perbekalan farmasi yang baik, tentunya akan sangat menunjang pelayanan farmasi klinik yang dilakukan di Apotek. Begitu pula sebaliknya, jika pengelolaan tidak dilakukan dengan baik maka pelayanan farmasi klinik di Apotek akan terganggu dan tidak dapat berjalan dengan lancar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui metode dan analisis perencanaan perbekalan farmasi di Apotek Surya Sehat Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif non eksperimental menggunakan metode penelitian retrospektif. Data yang digunakan merupakan data pemakaian obat di Apotek Surya Sehat Kabupaten Banjarnegara dalam periode 3 bulan, yakni bulan Juni, Juli, dan Agustus tahun 2024. Hasil dari analisa data ABC diperoleh data bahwa perbekalan farmasi yang termasuk dalam kategori A terdapat 114 item, dengan jumlah pendapatan yaitu Rp295.741.066,00 dan persentase 70,991%. Kategori B terdapat 210 item, dengan jumlah pendapatan yaitu Rp83.314.500,00 dan persentase 20,002%. Kategori C terdapat 394 item, dengan jumlah pendapatan yaitu RP37.502.100,00 dan persentase 8,993%. Hasil dari analisa VEN yang termasuk dalam kategori V terdiri dari 2 item, kategori E terdiri dari 408 item, dan kategori N terdiri dari 286 item.