Arie Wahyudi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepatuhan Pasien Prolanis Dalam Mengonsumsi Obat Antihipertensi Retha Metrianda; Arie Wahyudi; Gema Asiani; Ali Harokan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2958

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kejadian tinggi di seluruh dunia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan bertanggung jawab atas sekitar 10,8 juta kematian per tahun secara global. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 22% penderita hipertensi yang menerima pengobatan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Di Sumatera Selatan, prevalensi hipertensi juga tergolong tinggi. Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi mencatat angka yang lebih tinggi akibat perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, tingginya konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya kesadaran terhadap kontrol tekanan darah. Secara khusus, di Puskesmas Kertapati, Palembang, jumlah penderita hipertensi yang tercatat hingga Januari 2025 mencapai 1.605 pasien, terdiri dari 395 kasus baru dan 1.210 kasus lama. Berdasarkan estimasi jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kertapati yang berkisar sekitar 20.000 jiwa, maka prevalensi hipertensi mencapai sekitar 8,03%. Ini berarti bahwa hampir 1 dari setiap 12 penduduk di wilayah tersebut mengalami tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari upaya pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan, Puskesmas Kertapati juga menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang mencakup pasien dengan hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan pasien PROLANIS dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi peserta PROLANIS di wilayah kerja Puskesmas Kertapati Kota Palembang pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 184 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni – Juli 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, efek samping obat, dan tingkat stres terhadap kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat stres menjadi variabel yang paling dominan. Disarankan kepada pihak puskesmas dan program Prolanis, diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan psikososial dalam pelayanan, terutama dalam skrining dan manajemen stres pasien, serta edukasi tentang efek samping obat.
Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Pekerja Tambang Batubara Pariska Rahma Dia; Arie Wahyudi; Gema Asiani; Chairil Zaman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3915

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah kondisi peradangan akut yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau agen lainnya, dengan atau tanpa peradangan pada jaringan paru. ISPA menjadi isu utama dalam sektor pertambangan karena tingginya angka kejadian serta dampaknya terhadap kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa angka prevalensi ISPA yang terdiagnosis dengan gejala di Indonesia meningkat menjadi 23,5%, sedangkan di Sumatera Selatan mencapai 16,8%. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh karyawan tambang, dengan jumlah kasus jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit lainnya. Tingginya angka kejadian ISPA menunjukkan bahwa penyakit ini menjadi masalah kesehatan utama yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan dan pengendalian di lingkungan kerja tambang batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian ISPA pada pekerja tambang batubara Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pekerja tambang batubara yang aktif bekerja saat penelitian berlangsung sebanyak 66 orang. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,029), perilaku merokok (p=0,002), riwayat penyakit paru (p=0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (p=0,855) dengan kejadian ISPA di tambang batubara. Disarankan kepada pihak Perusahaan untuk melaksanakan skrinning kesehatan secara berkala dan menyediakan APD untuk tenaga kerjanya dalam rangka pencegahan penyakit ISPA.