Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF MEDICATION COMPLIANCE WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS OGAN ILIR DISTRICT 2024 Widiawati; Ali Harokan; Akhmad Dwi Priyatno
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 2 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i2.370

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that can cause complications if proper treatment is not given. There are still high cases of diabetes mellitus, where there is an increase in diabetes mellitus cases from year to year. This study aims to determine factors related to medication adherence in diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2024. The design of this research is quantitative with a cross-sectional approach.4 . The population in this study was 710 diabetes mellitus patients who visited the Community Health Center in 2023, with a total sample of 88 people in this study. The sampling method uses purposive sampling. This research was carried out on 10-29 February 2024. Data collection techniques are interviews using questionnaires. Bivariate data analysis used the Chi-Square test and multivariate logistic regression. The results of the research show that there is a relationship between motivation (p value 0.01) and the role of officers (p value 0.03) on compliance with taking medication for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2024. There is no relationship between age (p value 0.82 ), gender (p value 0.88), knowledge (p value 0.68) and family support (p value 0.15) on medication adherence for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2024. The most dominant factors with compliance with taking medication for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2024, namely motivation (p value 0.01) (odds ratio 3.07), meaning that if motivation is sufficient, they are 3.07 times less likely to comply with medication compared to those with good motivation. The conclusion is that there is a relationship between motivation and the role of officers. There is no relationship between age, type, knowledge and family support on compliance with taking medication for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2024. It is hoped that the Community Health Center will continue to provide motivation and support to diabetes mellitus sufferers to comply with taking diabetes mellitus medication and increase their participation. patients through a chronic disease management program (prolanis).
ANALYSIS OF ADHERENCE TO TAKING HYPERTENSION MEDICATION OGAN ILIR REGENCY IN 2024 Bara Yunita; Ali Harokan; Chairil Zaman
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 2 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i2.374

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia has increased by 34.1%, but it is quite unfortunate that of all hypertension patients there are 32.3% of people who do not regularly take medication and 13.3% who do not take blood pressure lowering medication. However, taking blood pressure-lowering medication regularly can reduce the risk of cardiovascular disease. This study aims to determine the factors associated with adherence to taking hypertension medication in the elderly at the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2024. . The design of this research is a quantitative analytical survey with a cross-sectional approach. The population of this study was 1788 elderly people with hypertension visiting the Pegayut Community Health Center, Ogan Ilir Regency in 2023, with a total research sample of 95 respondents. The sampling method uses purposive sampling technique, calculated using the Slovin formula. The sample criteria are being willing to be a respondent and not being sick. This research was carried out on 07-24 February 2024. The data collection used in this research was primary data which was collected by conducting interviews with respondents using a questionnaire tool. Bivariate data analysis used the Chi-Square test and multivariate logistic regression. Based on bivariate analysis, it is known that there is a relationship between gender (p value 0.022), motivation (p value 0.031) and officer role (p value 0.024). The most dominant factor in compliance with taking hypertension medication in the Pegayut Community Health Center Working Area, Ogan Ilir Regency in 2024, is gender (p value 0.00) (OR 45.2). The conclusion of this research is that there is a relationship between type, motivation and role of officers.
Kepatuhan Pasien Prolanis Dalam Mengonsumsi Obat Antihipertensi Retha Metrianda; Arie Wahyudi; Gema Asiani; Ali Harokan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2958

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kejadian tinggi di seluruh dunia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan bertanggung jawab atas sekitar 10,8 juta kematian per tahun secara global. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 22% penderita hipertensi yang menerima pengobatan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Di Sumatera Selatan, prevalensi hipertensi juga tergolong tinggi. Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi mencatat angka yang lebih tinggi akibat perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, tingginya konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya kesadaran terhadap kontrol tekanan darah. Secara khusus, di Puskesmas Kertapati, Palembang, jumlah penderita hipertensi yang tercatat hingga Januari 2025 mencapai 1.605 pasien, terdiri dari 395 kasus baru dan 1.210 kasus lama. Berdasarkan estimasi jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kertapati yang berkisar sekitar 20.000 jiwa, maka prevalensi hipertensi mencapai sekitar 8,03%. Ini berarti bahwa hampir 1 dari setiap 12 penduduk di wilayah tersebut mengalami tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari upaya pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan, Puskesmas Kertapati juga menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang mencakup pasien dengan hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan pasien PROLANIS dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi peserta PROLANIS di wilayah kerja Puskesmas Kertapati Kota Palembang pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 184 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni – Juli 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, efek samping obat, dan tingkat stres terhadap kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat stres menjadi variabel yang paling dominan. Disarankan kepada pihak puskesmas dan program Prolanis, diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan psikososial dalam pelayanan, terutama dalam skrining dan manajemen stres pasien, serta edukasi tentang efek samping obat.
Kejadian TB Paru di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim Despa Susanti; Chairil Zaman; Erma Gustina; Ali Harokan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2970

Abstract

TB masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia, meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tuberkulosis (TB) kembali menjadi penyebab kematian disebabkan penyakit menular tertinggi di dunia pada tahun 2023, melampaui COVID-19 setelah sebelumnya berada di posisi kedua selama masa pandemi. Menurut data Puskesmas Lembak, dari hasil studi pendahuluan di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim diperoleh data jumlah kasus TB Paru yaitu pada tahun 2022 sebanyak 32 (49,2%), pada tahun 2023 sebanyak 34 (47,2%) dan meningkat pada tahun 2024 sebanyak 46 (60,5%), dimana target penemuan kasus TB di Kecamatan Lembak 90% berjumlah 75. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kejadian TB Paru di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien terduga TB Paru yang terdaftar di Puskesmas Lembak bulan Januari-Maret 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 124 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei - Juni 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara usia, riwayat kontak, pengetahuan dan sikap dengan kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara jeni kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat merokok dengan kejadian TB Paru. Disarankan kepada pihak puskesmas meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan penyakit TB Paru.