Despa Susanti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kejadian TB Paru di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim Despa Susanti; Chairil Zaman; Erma Gustina; Ali Harokan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2970

Abstract

TB masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia, meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tuberkulosis (TB) kembali menjadi penyebab kematian disebabkan penyakit menular tertinggi di dunia pada tahun 2023, melampaui COVID-19 setelah sebelumnya berada di posisi kedua selama masa pandemi. Menurut data Puskesmas Lembak, dari hasil studi pendahuluan di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim diperoleh data jumlah kasus TB Paru yaitu pada tahun 2022 sebanyak 32 (49,2%), pada tahun 2023 sebanyak 34 (47,2%) dan meningkat pada tahun 2024 sebanyak 46 (60,5%), dimana target penemuan kasus TB di Kecamatan Lembak 90% berjumlah 75. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kejadian TB Paru di Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien terduga TB Paru yang terdaftar di Puskesmas Lembak bulan Januari-Maret 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 124 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei - Juni 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara usia, riwayat kontak, pengetahuan dan sikap dengan kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara jeni kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat merokok dengan kejadian TB Paru. Disarankan kepada pihak puskesmas meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan penyakit TB Paru.