Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Artificial Intelligence Dalam Electronic Records Management System: Peluang Dan Risiko Zayyin Abdul Quddus; Priyono Sadjijo; Yuti Ra Rahmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3068

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar dalam transformasi pengelolaan rekod digital melalui sistem Electronic Records Management System (ERMS). Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bentuk integrasi AI dalam ERMS, peluang yang ditawarkan, serta risiko dan tantangan yang menyertainya. Dengan menggunakan metode kajian literatur terarah terhadap sumber ilmiah, penelitian ini menemukan bahwa AI dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat analitik pengambilan keputusan, serta memperbaiki tata kelola informasi secara umum. Namun, integrasi AI juga menimbulkan tantangan serius, seperti bias algoritmik, kurangnya regulasi, serta risiko etika dan keamanan informasi. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya pembentukan kerangka regulasi yang kuat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta kolaborasi multidisipliner dalam mendukung penerapan AI yang bertanggung jawab dalam pengelolaan rekod digital. Studi ini diharapkan dapat memberikan landasan konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan serta penelitian lanjutan di bidang manajemen rekod digital berbasis teknologi cerdas.
Strategi Public Relations Digital Organisasi Sektimuda dalam Mengkonstruksi Identitas Petani Muda Melalui Platform Instagram Yassar Hayyan Amaytama; Zayyin Abdul Quddus
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.5038

Abstract

Indonesia's agricultural sector faces a regeneration crisis due to the negative stigma that farming is dirty and unpromising. Sekolah Tani Muda (Sektimuda) responds to this by utilizing Instagram to deconstruct this image. This study aims to analyze Sektimuda's digital Public Relations strategy in constructing the identity of young farmers using the R-A-C-E (Research, Action, Communication, Evaluation) model. Using a qualitative case study method, data were collected through in-depth interviews with social media managers and content observation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that Sektimuda implements an adaptive strategy where the Research and Action phases focus on mapping stigma to position Instagram as a narrative battlefield. In the Communication phase, rather than centralized aesthetics, Sektimuda employs a spirit of equality through communal visuals and ideological narratives regarding independence and systemic awareness, rather than just technical farming. The Evaluation phase confirms that vanity metrics (likes/views) are disregarded in favor of the primary KPI of real participation (class registrants), with audience feedback serving as a mechanism for content improvement. It is concluded that Sektimuda's digital PR strategy successfully reconstructs the farmer identity from physical laborers to politically conscious intellectual subjects. This implies that youth organizations can effectively build image and public participation by prioritizing authentic ideological messages and dialogic interaction over mere visual aesthetics.