Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis alam terhadap kompetensi sosial dan emosional anak usia dini, khususnya anak usia 5–6 tahun. Fokus utama adalah melihat bagaimana kegiatan berbasis alam dapat meningkatkan interaksi sosial, kerja sama tim, dan ketahanan emosional anak. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 30 anak usia 5–6 tahun yang berasal dari TK Mutiara, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. Peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen sebanyak 15 anak yang mengikuti program pembelajaran berbasis alam selama 8 minggu, dan kelompok kontrol sebanyak 15 anak yang mendapatkan pembelajaran konvensional di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan daftar cek kompetensi sosial dan emosional yang meliputi aspek kerja sama tim, interaksi sosial, dan ketahanan emosional. Analisis data dilakukan menggunakan uji t independen untuk membandingkan hasil posttest antara kedua kelompok. Penelitian berlangsung mulai 13 Januari 2025 hingga 28 Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengikuti pembelajaran berbasis alam mengalami peningkatan signifikan dalam kompetensi sosial dan emosional dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Anak-anak dalam program ini menunjukkan kemajuan yang nyata dalam keterampilan kerja sama, interaksi sosial yang positif, serta ketahanan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis alam efektif untuk meningkatkan kompetensi sosial dan emosional anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar kurikulum pendidikan anak usia dini mengintegrasikan kegiatan berbasis alam secara rutin guna mendukung perkembangan holistik dan menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.