Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Komunikasi Antarbudaya Desa Wisata Ende di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Ida Ayu Sutarini; Novita Maulida; Najamuddin Amy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.3305

Abstract

Pariwisata di Indonesia, sebagai salah satu sektor yang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, mengalami perkembangan pesat melalui program “Bali Baru” yang bertujuan untuk meratakan sektor pariwisata di berbagai wilayah. Desa wisata menjadi salah satu konsep yang diadaptasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperkenalkan wisata alam dan keberagaman budaya Indonesia. Namun, keberadaan industri pariwisata ini menghadirkan tantangan baru, terutama terkait dengan pelestarian budaya lokal yang dipengaruhi oleh pengaruh budaya asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur sosial dan budaya yang mempengaruhi komunikasi antarbudaya di Desa Wisata Ende, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, serta mengidentifikasi solusi untuk meningkatkan kualitas komunikasi antarbudaya antara masyarakat lokal dan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara semi-terstruktur dan analisis data dengan teknik pengkodean deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur sosial dan budaya, seperti kepercayaan, nilai budaya, bahasa, pola berpikir, dan perilaku nonverbal, berperan penting dalam membentuk dinamika komunikasi antarbudaya di Desa Ende. Meskipun Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa penghubung, keterbatasan kemampuan bahasa asing menjadi hambatan utama dalam komunikasi dengan wisatawan mancanegara. Untuk meningkatkan komunikasi antarbudaya, solusi yang disarankan antara lain: pelatihan bahasa asing, peningkatan kesadaran budaya bagi wisatawan, pemanfaatan teknologi, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisata dan mendukung pariwisata di Desa Wisata Ende.