Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko penyakit tidak menular yaitu obesitas sentral, hipertensi, kadar trigliserida tinggi, kolesterol baik (HDL) rendah, dan resistensi insulin. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, serta diabetes melitus tipe 2 yang dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas kerja. Pengetahuan dan sikap yang baik sangat penting dibutuhkan untuk mencegah sindrom metabolik sejak dini, terutama pada kelompok usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media motion graphic terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap karyawan mengenai sindrom metabolik. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sebanyak 33 responden mengikuti pretest, mendapatkan intervensi berupa edukasi gizi melalui video motion graphic yang berisi informasi visual, animasi, dan narasi singkat mengenai sindrom metabolik, lalu dilanjutkan dengan post-test. Materi edukasi mencakup faktor risiko, pencegahan, pola makan sehat, dan pentingnya aktivitas fisik. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi. Pengetahuan meningkat dari rata-rata 53.73 menjadi 85.64, sedangkan sikap meningkat dari kategori cukup (75.8%) menjadi kategori baik (97%). Nilai p-value untuk pengetahuan dan sikap sama-sama 0.00 < α=0.05. Temuan ini membuktikan bahwa media motion graphic efektif sebagai sarana edukasi gizi yang menarik, interaktif, mudah diakses, dan mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta motivasi dalam mencegah sindrom metabolik di lingkungan kerja.