Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Ilmu Menjangka Peta Dalam Penentuan Posisi Kapal Untuk Ketepatan Di Garis Haluan Pada Peta (Studi Kasus Di Km. Kelud) Nur Zaeni; Neng Sri Komala; Yogaswara Dwi Rachmat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3330

Abstract

Navigasi maritim di era kontemporer telah bertransformasi secara radikal dengan adopsi luas teknologi Global Navigation Satellite Systems (GNSS) dan Electronic Chart Display and Information Systems (ECDIS). Perangkat ini menawarkan akurasi posisi real-time yang luar biasa dan kemudahan operasional, namun secara paradoks memicu kekhawatiran mengenai degradasi keterampilan navigasi konvensional, khususnya ilmu menjangka peta (plotting). Penelitian ini berupaya merevitalisasi pemahaman dan praktik menjangka peta manual sebagai fondasi krusial untuk penentuan posisi kapal yang presisi dan pemeliharaan ketepatan di garis haluan pada peta, bahkan di tengah dominasi teknologi canggih. Melalui studi kasus pada KM. Kelud, sebuah kapal penumpang besar yang beroperasi di jalur-jalur vital Indonesia, investigasi ini menganalisis praktik navigasi anjungan saat ini, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan metode plotting tradisional, dan mengevaluasi bagaimana integrasi kembali secara sistematis prinsip-prinsip menjangka peta dapat meningkatkan keselamatan navigasi, efisiensi rute, dan kapasitas mitigasi risiko terhadap potensi kegagalan sistem elektronik. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, melibatkan observasi langsung di anjungan, wawancara mendalam dengan perwira navigasi, dan analisis dokumen operasional kapal. Hasil penelitian secara empiris menunjukkan adanya automation bias yang signifikan di kalangan perwira, yang menyebabkan minimnya praktik plotting manual, meskipun pemahaman teoritis masih ada. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi ilmu menjangka peta bukan hanya sebagai redundansi keamanan, tetapi juga sebagai elemen integral dalam menciptakan 'navigator hibrida' yang tangguh, mampu mengintegrasikan keunggulan teknologi dengan fundamental navigasi yang tak tergantikan. Rekomendasi praktis untuk kurikulum pendidikan maritim dan prosedur operasi standar di anjungan kapal disajikan untuk mengembalikan keseimbangan esensial ini demi masa depan navigasi yang lebih aman dan adaptif.
The Role of Human Resource Information Systems in Transportation and Logistics Companies Primadi Candra Susanto; Rintis Eko Widodo; Ovi Sari Hamidah; Nur Zaeni; Lily Yuntina
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.8331

Abstract

This study aims to comprehensively examine, analyze, and synthesize the influence of training, human resources (HR), and digital organizational culture on the effectiveness of Human Resource Information System (HRIS) implementation in transportation and logistics companies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a literature review method. The data consist of secondary sources obtained from scientific articles and previous research published in reputable journals and indexed academic databases, including Scopus, Springer, Sage, Elsevier, Emerald, Web of Science, EBSCO, Copernicus, and SINTA. The findings indicate that training, human resources, and digital organizational culture contribute to effective HRIS implementation by strengthening employee competencies, supporting organizational readiness, and fostering digital adoption. However, this study is limited to descriptive conceptual analysis based on secondary literature published between 2021 and 2026. Therefore, the findings have not been empirically validated through quantitative testing within a specific logistics corporation. In addition, the study does not examine external macro-level factors, such as domestic cargo rate volatility, government regulations, technological infrastructure, and industry dynamics, which may influence HRIS implementation.