Jagentar P. Pane
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Layanan Aplikasi Mobile Jkn Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Jagentar P. Pane; Samfriati Sinurat; Erlinien Telaumbanua
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3666

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi BPJS Kesehatan yang diluncurkan pada 15 November 2017 untuk memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN-KIS. Namun, data menunjukkan tren penurunan kepuasan peserta BPJS Kesehatan dalam periode 2014-2016, dari 81% pada 2014 menurun menjadi 78,60% pada 2016, sehingga perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap tingkat kepuasan layanan digital ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan layanan aplikasi Mobile JKN di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 90 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-5 berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa puas dengan layanan aplikasi Mobile JKN sebanyak 88 orang (97,8%), sedangkan yang tidak puas hanya 2 orang (2,2%). Berdasarkan dimensi kualitas pelayanan, dimensi tangibles dan empathy menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi (97,8%), diikuti dimensi reliability dan assurance (96,7%), sedangkan dimensi responsiveness memiliki tingkat kepuasan terendah namun tetap tinggi (94,4%). Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan antara lain kesulitan penggunaan aplikasi bagi pengguna baru, keterbatasan pemahaman teknologi pada kelompok lansia, masalah konektivitas internet, dan persepsi diskriminasi pelayanan.Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan layanan aplikasi Mobile JKN di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan mencapai tingkat yang sangat tinggi. Meskipun demikian, masih diperlukan upaya perbaikan melalui sosialisasi intensif, peningkatan literasi digital, dan perbaikan infrastruktur teknologi untuk mencapai kepuasan optimal bagi seluruh pengguna dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan.
Gambaran Motivasi Pasien Stroke Dalam Melakukan Fisioterapi Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Murni Sari Dewi Simanullang; Jagentar P. Pane; Fiskia Clarawati Hutajulu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8264

Abstract

Stroke merupakan gangguan serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian global dengan prevalensi di Indonesia mencapai 10,9% pada tahun 2018, meningkat signifikan dari 7,0% pada tahun 2013. Dampak stroke meliputi kelemahan motorik, kelumpuhan ekstremitas, penurunan kekuatan otot, dan keterbatasan aktivitas kehidupan sehari-hari yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Fisioterapi menjadi intervensi krusial dalam pemulihan pasien stroke untuk meningkatkan kemampuan fungsional, koordinasi, daya tahan, dan kepercayaan diri. Motivasi pasien dalam menjalani fisioterapi sangat menentukan keberhasilan pemulihan, namun data menunjukkan 37,0% pasien memiliki motivasi rendah dengan mayoritas tidak memiliki harapan kesembuhan dan tidak ingin melanjutkan fisioterapi ketika mengalami keluhan. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, survei awal menunjukkan dari 5 responden terdapat 2 orang dengan motivasi rendah karena belum menerima kondisi dan malas melatih fisioterapi di rumah, serta 1 orang merasa bosan karena terlalu lama menderita stroke. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran motivasi pasien stroke dalam melakukan fisioterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024 berdasarkan dua dimensi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi dan kepatuhan pasien. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 50 pasien stroke yang menjalani fisioterapi, dengan sampel 45 responden setelah dikurangi 5 responden survei awal. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi terdiri dari 20 pernyataan dengan skala Likert dan kategorisasi skor tinggi dan rendah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki motivasi tinggi 100% baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Karakteristik demografi menunjukkan rerata usia 65 tahun, mayoritas perempuan 57,8%, rerata lama menderita stroke 30 bulan, dan rerata lama menjalani fisioterapi 13 bulan.