Stroke merupakan gangguan serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian global dengan prevalensi di Indonesia mencapai 10,9% pada tahun 2018, meningkat signifikan dari 7,0% pada tahun 2013. Dampak stroke meliputi kelemahan motorik, kelumpuhan ekstremitas, penurunan kekuatan otot, dan keterbatasan aktivitas kehidupan sehari-hari yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Fisioterapi menjadi intervensi krusial dalam pemulihan pasien stroke untuk meningkatkan kemampuan fungsional, koordinasi, daya tahan, dan kepercayaan diri. Motivasi pasien dalam menjalani fisioterapi sangat menentukan keberhasilan pemulihan, namun data menunjukkan 37,0% pasien memiliki motivasi rendah dengan mayoritas tidak memiliki harapan kesembuhan dan tidak ingin melanjutkan fisioterapi ketika mengalami keluhan. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, survei awal menunjukkan dari 5 responden terdapat 2 orang dengan motivasi rendah karena belum menerima kondisi dan malas melatih fisioterapi di rumah, serta 1 orang merasa bosan karena terlalu lama menderita stroke. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran motivasi pasien stroke dalam melakukan fisioterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024 berdasarkan dua dimensi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi dan kepatuhan pasien. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 50 pasien stroke yang menjalani fisioterapi, dengan sampel 45 responden setelah dikurangi 5 responden survei awal. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi terdiri dari 20 pernyataan dengan skala Likert dan kategorisasi skor tinggi dan rendah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki motivasi tinggi 100% baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Karakteristik demografi menunjukkan rerata usia 65 tahun, mayoritas perempuan 57,8%, rerata lama menderita stroke 30 bulan, dan rerata lama menjalani fisioterapi 13 bulan.
Copyrights © 2026