Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nursing Intervention Management to Improve Upper Extremity Muscle Strength in Stroke Patients Tri Wahyuni Ismoyowati; Sahat Tumpal Salomo; Henry Agus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4210

Abstract

Aims: Stroke is the leading cause of death, accounting for 15.45% of deaths each year. Stroke is a central nervous system disorder that can lead to paralysis of limbs and muscle weakness. Nursing interventions to improve muscle strength include mirror therapy and Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT). This study aims to determine the effects of mirror therapy and CIMT on muscle strength in the extremities of stroke patients. Method: Case report design was used, with pre-and post-tests conducted to evaluate muscle strength in patients. Purposive sampling was employed with inclusion criteria, and the sample consisted of two patients. The intervention involved mirror therapy twice daily, in the morning and evening for 5 days, with each session lasting 30 minutes—two 15-minute sessions with a 5-minute break in between. The CIMT intervention was performed for five days, with each session lasting 30 minutes. Muscle strength was assessed using Manual Muscle Testing (MMT). Results: After the mirror therapy and CIMT interventions, there was an improvement in muscle strength in the upper extremities. Conclusion: Both mirror therapy and CIMT can enhance muscle strength in the extremities of patients with stroke.
Stroke Alert Care: Inovasi Pendampingan Lansia Hipertensi Berbasis Digital Health dan Family-Centered Care di MasyarakatALERT CARE: INOVASI PENDAMPINGAN LANSIA HIPERTENSI BERBASIS DIGITAL HEALTH DAN FAMILY-CENTERED CARE DI MASYARAKAT Tri Wahyuni Ismoyowati; Muhamad Arief Fadli; Sahat Tumpal Salomo; Henry Agus; Lido Sianipar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qy3a0081

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke pada lansia. Rendahnya literasi kesehatan, kurangnya aktivitas fisik, ketidakpatuhan pengobatan, dan minimnya dukungan keluarga menyebabkan pengendalian hipertensi di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, kepatuhan pengobatan, dan kemampuan self-management lansia hipertensi melalui program STROKE ALERT CARE berbasis Digital Health dan Family-Centered Care.Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di Kabupaten Bekasi dengan melibatkan 45 lansia hipertensi dan 45 anggota keluarga sebagai pendamping. Metode pelaksanaan meliputi skrining kesehatan, edukasi interaktif, pelatihan monitoring tekanan darah mandiri, senam hipertensi, relaksasi napas dalam, edukasi diet sehat, pendampingan keluarga, dan monitoring kesehatan berbasis WhatsApp Group. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, observasi perilaku hidup sehat, kepatuhan kontrol kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta 82%, peningkatan kepatuhan aktivitas fisik 74%, peningkatan kepatuhan minum obat 69%, serta penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 10–15 mmHg setelah intervensi selama enam minggu. Pendekatan Digital Health dan Family-Centered Care terbukti efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan stroke. Program STROKE ALERT CARE dapat menjadi model inovasi pengabdian masyarakat berbasis komunitas dalam upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular pada lansia.