Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Media Edukasi Digital dan Integratif dalam Meningkatkan Self-Management Pasien Diabetes Mellitus untuk Pencegahan Kegawatdaruratan Hiperglikemia Tri Wahyuni Ismoyowati; Aryaprana Nando; Hari Iskandar Kang; Lido Sianipar
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12563

Abstract

This literature review aimed to analyze the effectiveness of educational media in improving knowledge and self-management among patients with Diabetes Mellitus to prevent hyperglycemia emergencies. A systematic search was conducted across PubMed, Scopus, ProQuest, and Google Scholar for studies published between 2019–2024 using MeSH-based keywords related to diabetes education and self-management. Studies that met inclusion criteria involved adult diabetes patients receiving educational interventions through printed, audiovisual, or digital media. Findings showed that digital media, such as smartphone applications, interactive videos, telehealth, and gamification, consistently demonstrated significant improvements in knowledge, self-care behaviors, treatment adherence, and glycemic control. Audiovisual media also enhanced understanding and self-management skills, while printed media remained beneficial for older adults and individuals with limited digital literacy. Overall, multimodal educational strategies that combined digital and traditional media were most effective, particularly when supported by healthcare providers. These results indicated that educational media played a critical role in empowering diabetes patients to manage their disease and prevent hyperglycemia emergencies, including Diabetic Ketoacidosis and Hyperosmolar Hyperglycemic State.
Stroke Alert Care: Inovasi Pendampingan Lansia Hipertensi Berbasis Digital Health dan Family-Centered Care di MasyarakatALERT CARE: INOVASI PENDAMPINGAN LANSIA HIPERTENSI BERBASIS DIGITAL HEALTH DAN FAMILY-CENTERED CARE DI MASYARAKAT Tri Wahyuni Ismoyowati; Muhamad Arief Fadli; Sahat Tumpal Salomo; Henry Agus; Lido Sianipar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qy3a0081

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke pada lansia. Rendahnya literasi kesehatan, kurangnya aktivitas fisik, ketidakpatuhan pengobatan, dan minimnya dukungan keluarga menyebabkan pengendalian hipertensi di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, kepatuhan pengobatan, dan kemampuan self-management lansia hipertensi melalui program STROKE ALERT CARE berbasis Digital Health dan Family-Centered Care.Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di Kabupaten Bekasi dengan melibatkan 45 lansia hipertensi dan 45 anggota keluarga sebagai pendamping. Metode pelaksanaan meliputi skrining kesehatan, edukasi interaktif, pelatihan monitoring tekanan darah mandiri, senam hipertensi, relaksasi napas dalam, edukasi diet sehat, pendampingan keluarga, dan monitoring kesehatan berbasis WhatsApp Group. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, observasi perilaku hidup sehat, kepatuhan kontrol kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta 82%, peningkatan kepatuhan aktivitas fisik 74%, peningkatan kepatuhan minum obat 69%, serta penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 10–15 mmHg setelah intervensi selama enam minggu. Pendekatan Digital Health dan Family-Centered Care terbukti efektif meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan stroke. Program STROKE ALERT CARE dapat menjadi model inovasi pengabdian masyarakat berbasis komunitas dalam upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular pada lansia.