Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik kirinyuh(Chromolaena odorata) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar rumputmulato (Brachiaria hybrid cv. mulato) pada panen kedua. Telah di laksanakan di lahan LapanganLaboratorium Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana Kupang.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan.Perlakuan yang di uji adalah ketebalan mulsa organik kirinyuh yang terdiri dari Mo=tanpa mulsa(perlakuan kontrol), M1=ketebalan mulsa 1 cm (520 gram/0,5625m2), M3=ketebalan mulsa 3cm (1560 gram/0,5625m2), M5=ketebalan mulsa 5 cm (2600 gram/0,5625 M2). Variabel yangditeliti adalah kandungan Protein Kasar, Serat Kasar dan Lemak Kasar. Data dianalisis dengansidik ragam (ANOVA). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kandungan Protein Kasar (%)M0=13,28, M1=11,35, M3=12,66, M5=11,77, Serat Kasar (%) M0=19,76, M1=21,37,M3=20,84, M5=20,07, Lemak Kasar (%) M0=5,93, M1=5,31, M3=4,94, M5=5,62. Berdasarkanhasil analisis ragam (ANOVA), ketebalan mulsa organik kirinyuh (Chromolaena odorata)berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein kasar (PK), Lemak Kasar (SK)dan Serat Kasar (SK) pada tanaman rumput mulato (Brachiaria hybrid cv.Mulato) panen kedua.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan mulsa organik kirinyuh (Chromolaenaodorata) dengan ketebalan hingga 5 cm menghasilkan kandungan protein kasar, serat kasar danlemak kasar yang relative sama pada rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) padapemanenan kedua