Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Luas Daerah Rawan Banjir Kota Medan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Indri Triawati; Annisa Nur Rakhmawati; Wahyu Nursamhuda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4540

Abstract

Medan City is an urban area that frequently experiences flooding during the rainy season. This study aims to analyze the extent of flood-prone areas in Medan City using Geographic Information System (GIS) technology. The research method was carried out through a georeferencing process on flood-prone area maps and the creation of shape files to calculate the area affected by flooding. The data used included flood vulnerability parameters and water inundation maps, which were then processed using QGIS software. The analysis results show that areas with a low level of flood vulnerability cover an area of ​​approximately 2,844 hectares (10.72%), areas with a moderate level of vulnerability cover 8,642.4 hectares (32.6%), and areas with a high level of vulnerability cover 14,632 hectares (55.2%). These findings indicate that more than half of Medan City's area is categorized as moderate to severe flood prone. Therefore, more effective mitigation measures and spatial planning management are needed to minimize the risk of future flood disasters.
Strategi Retrofit Gedung Eksisting Berbasis Kinerja Struktur dan Kelayakan Proyek: Scoping Review Annisa Nur Rakhmawati; Wahyu Nursamhuda; Hendrik Richard
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1338

Abstract

Retrofit gedung eksisting semakin penting karena banyak bangunan lama dirancang berdasarkan standar yang tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan tuntutan keselamatan gempa, keberlanjutan, efisiensi energi, dan kelayakan operasional proyek. Meskipun kajian retrofit telah berkembang, pembahasan masih sering terpisah antara efektivitas teknis struktur dan dimensi manajemen proyek seperti biaya, jadwal, constructability, risiko, keselamatan kerja, serta gangguan terhadap pengguna bangunan. Artikel ini bertujuan memetakan strategi retrofit gedung eksisting berdasarkan dua perspektif utama, yaitu kinerja struktur dan kelayakan proyek, serta merumuskan kerangka keputusan terintegrasi yang relevan bagi konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengacu pada kerangka Arksey dan O’Malley, pengembangan Levac et al., pedoman JBI, serta prinsip pelaporan PRISMA-ScR. Literatur ditelusuri secara purposif melalui ScienceDirect, SpringerLink, MDPI, Google Scholar, Crossref, DOAJ, ASCE, NIST, FEMA, BSN, dan sumber ilmiah terkait dengan prioritas publikasi 2022-2025 serta standar teknis relevan. Sebelas studi inti dan beberapa dokumen standar dianalisis melalui charting table dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi retrofit dominan mencakup perkuatan lokal, perkuatan global, sistem kontrol respons, dan retrofit terintegrasi gempa-energi. Indikator kinerja struktur yang paling sering digunakan adalah simpangan antar tingkat, kekakuan, daktilitas, kapasitas lateral, indeks keselamatan, kerusakan nonstruktural, risiko, dan waktu pemulihan fungsi. Dari sisi manajemen proyek, faktor yang paling menentukan adalah akurasi investigasi awal, biaya daur hidup, durasi pelaksanaan, gangguan operasional, pengadaan material khusus, keselamatan kerja, koordinasi pemangku kepentingan, dan dukungan digital seperti BIM. Kajian ini menegaskan bahwa keputusan retrofit tidak cukup didasarkan pada peningkatan kapasitas struktur, tetapi perlu diseimbangkan dengan keterlaksanaan, nilai investasi, risiko implementasi, dan penerimaan pengguna bangunan. Artikel ini menawarkan kerangka evaluasi terintegrasi sebagai dasar pengembangan studi kasus, instrumen penilaian retrofit, dan model prioritas penanganan gedung eksisting di wilayah rawan gempa