Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengungkap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Target costing dalam Akuntansi Manajemen Dwi Nur Anisa; , Kalis Tuenggarwati Udiyani; Anna Marina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4866

Abstract

Dalam era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, setiap perusahaan dituntut untuk mampu menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas serta nilai produk yang dihasilkan. Salah satu metode yang banyak diterapkan dalam akuntansi manajemen untuk mencapai efisiensi biaya adalah target costing. Pendekatan ini menekankan penentuan biaya produksi berdasarkan harga jual yang ditetapkan oleh pasar serta tingkat laba yang diharapkan perusahaan. Dengan demikian, target costing tidak hanya berfungsi sebagai alat perhitungan biaya, tetapi juga sebagai strategi manajerial yang membantu pengendalian biaya sejak tahap awal perancangan produk hingga proses produksi agar efisiensi dan efektivitas dapat dicapai secara menyeluruh di seluruh lini operasional perusahaan. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerapan target costing dalam akuntansi manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur (library research) yang bersumber dari berbagai jurnal ilmiah, buku teks, serta publikasi akademik nasional maupun internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan target costing dipengaruhi oleh faktor internal seperti komitmen manajemen puncak, kemampuan sumber daya manusia, dukungan sistem informasi akuntansi, serta budaya organisasi; dan faktor eksternal seperti kondisi persaingan pasar dan strategi bisnis perusahaan. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut penting agar target costing dapat diterapkan secara efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya, profitabilitas, serta daya saing perusahaan di pasar global.
Pengaruh Kinerja Ekonomi Terhadap Efektivitas Lingkungan Pengendalian Manajemen Pada Perusahaan Transportasi yang Terdaftar di BEI Periode 2021–2023 Tarisa Koesbandi; Sandy Dea Martha; Dwi Nur Anisa; Laditha Ilvi Nur Salamah; Astri Puji Nur Rohma; Anna Marina
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja ekonomi terhadap efektivitas lingkungan pengendalian manajemen pada perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Kinerja ekonomi diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), sedangkan efektivitas lingkungan pengendalian manajemen diproksikan dengan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS melalui uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan ROE secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap BOPO. Selain itu, hasil uji simultan juga menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas lingkungan pengendalian manajemen. Nilai koefisien determinasi sebesar 3,5% mengindikasikan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen masih sangat rendah, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi yang diukur melalui ROA dan ROE belum mampu menjelaskan efektivitas lingkungan pengendalian manajemen pada perusahaan transportasi selama periode penelitian.