Ernawati Ernawati
Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konsep Lean Manufacturing Pada Panen TBS Petani Swadaya Adriansyah Adriansyah; Syahriyal Syahriyal; Ernawati Ernawati; Hasanudin Hasanudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep lean manufacturing melalui proses panen Tandan Buah Segar Kelapa Sawit petani swadaya sehingga pemborosan waktu panen yang terjadi melalui alat mekanisasi pertanian dapat ter-identifikasi lalu diminimasi. Identifikasi pemborosan dilakukan melalui pengamatan dan kuesioner. Hasil identifikasi yang didapat menggunakan kuesioner digunakan sebagai dasar menentukan alat pemetaan VALSAT untuk digunakan dalam analisis. Identifikasi pemborosan dengan kuesioner menunjukkan bahwa bagian proses panen TBS mengunakan peralatan mekanisasi pertanian yang paling banyak menghasilkan pemborosan, selanjutnya bagian pengangkutan TBS ke TPH dan pemborosan berikutnya pada bagian memasukan TBS ke mobil yang juga mengunakan peralatan mekanisasi pertanian. Berdasarkan konsep Lean Manufacturing urutan pemborosan panen TBS adalah: (1) waiting yang memiliki nilai rata-rata 4,44; (2) transportation 2,50; (3) defects 1,89; (4) processing 1,50; (5) ) overproduction 1,33 (6) motion 1,28 (7) inventory 1,17 dan waste 7+1 overal structure1,11. Melalui Value Stream Mapping (VSM) kondisi saat ini diketahui bahwa total waktu proses panen TBS adalah 35.990 detik dengan kapasitas panen sebesar 7 ton TBS per dua hari dengan jumlah pekerja panen sebanyak 8 orang. Rancangan usulan perbaikan dapat menurunkan total waktu panen menjadi 25.190 detik sekaligus meningkatkan kapasitas panen 7 ton TBS/hari dan hanya menggunakan 5 pekerja panen.
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Dodol Kedondong Di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Wahyudi Zikri; Ernawati Ernawati; Hendri A. Saleh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Indragiri Hulu merupakan salah satu daerah penghasil kedondong terbesar di Provinsi Riau. Upaya hilirisasi komoditas ini dilakukan melalui pengolahan dodol kedondong sebagai buah tangan khas daerah. Namun, keberlanjutan usaha ini sangat bergantung pada tingkat kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen dan mengidentifikasi atribut produk apa saja yang perlu ditingkatkan untuk menjaga daya saing dodol kedondong di pasar lokal maupun regional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis Tingkat kepuasan konsumen dalam pembelian produk dodol Kedondong Di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025, pada Sentra produksi dan outlet oleh-oleh di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Materi penelitian yang digunakan yakni produk dodol kedondong dan konsumen yang berbelanja dodol kedondong baik di Outlet ataupun swalayang tempat pemasaran dodol kedondong. Parameter yang diamati meliputi Harga, Rasa, Ukuran/Isi, Merek, Iklan dan Promosi, Izin Depkes, Ketersediaan Jumlah, Kandungan Zat Gizi, Tampilan (Desain Kemasan) dan Manfaat yang dirasakan oleh Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan, pada analisis Indeks Performance Analysis (IPA) yakni terbagi menjadi 4 Kuadran. Atribut pada Kuadran I adalah harga. Pada kuadran II terdapat empat atribut yaitu rasa, ketersediaan jumlah, tampilan (desain kemasan) dan manfaat. Pada Kuadran III terdapat tiga atribut yaitu ukuran/isi, merek, iklan dan promosi dan pada kuadran IV terdapat dua atribut yaitu izin depkes dan kandungan zat gizi. Sedangkan Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) atau Indeks kepuasan konsumen apada penelitian ini adalah 72,87% berada pada rentang 78,04%-137,46% artinya kepuasan konsumen Dodol Kedondong adalah kriteria “kurang puas” atribut yang kurang puas adalah: Harga dan Tampilan (desain kemasan) dan atribut sangat puas adalah: Rasa, Ukuran/isi, Merek, Iklan dan promosi, Izin depkes, Ketersediaan jumlah Kandungan gizi, dan Manfaat. Faktor-faktor dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli dodol kedondong di Kecamatan Rengat adalah faktor produk (23,853%), faktor tempat ((15,139%), faktor pomosi (13,503%) dan faktor harga (1,059%). words: Kepuasan Konsumen, Dodol Kedondong, Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI)