Pertumbuhan industri pariwisata dan dan Industri Kecil Menengah (IKM) di suatu daerah akan menciptakan manfaat berlipat ganda (multiplier effect) bagi negara, pemerintah daerah, dan merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan peluang kerja baru, dan meningkatkan pendapatan. Begitu juga halnya dengan IKM, tentu tidak sekedar hanya bentuk dan mutu produk saja, melainkan bagaimana IKM tersebut di promosikan dengan foto, video serta narasi yang menarik tepat lisan dan tulisan. Segala macam keindahan dan keunikan alam serta budaya, serta aneka produk IKM tentu tidak akan menarik wisatawan jika tidak dikemas dengan penyajian yang apik serta publikasi yang indah dan menarik dalam bentuk visual maupun tulisan. Hal inilah yang menjadi masalah bagi nagari Tigo Jangko, kecamatan Lintau Buo, kabupaten Tanah Datar, kekayaan potensi wisata dengan sejumlah keindahan alam tidak menjadi daya Tarik di nagari tersebut, Begitu juga dengan IKM, nageri tersebut mempunyai sentra tenun dan songket. Untuk menyokong hal tersebut ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, salahsatunya dengan meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi masyarakat, maupun penggiat pariwisata dan pihak yang terlibat dalam IKM melalui jurnalisme warga (citizen jurnalism). Melaui jurnalisme warga, penggerak pariwisata, pelaku dan pekerja IKM dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mempromosikan potensi wisata lokal dan serta produk industri dengan berbagi pengalaman, foto, video, dan cerita melalui platform media sosial atau portal berita, Dalam hal ini warga dan pelaku IKM menjadi agen promosi yang efektif dan menjadi daya tarik bagi calon wisatawan. Hal ini memberi peluang bagi warga dan pelaku IKM untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pendapatan.