Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan Diabetes melalui Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah di Kelurahan Gadingrejo Sutrisno Sutrisno; Andhika Rifki Perdana; Ardha Pangestu; Nabila Nabila; Astin Parastika; Lulu Anggraini; Nurzaytun Nurzaytun; Refi Fresiliya Anggraini; Rian Septa Putra; Ripki Vernando; Riza Ayu Tianda; Rima Arianti; Siti Badiur Rofiah; Utari Fatmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5098

Abstract

This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding diabetes prevention through health education and free blood glucose screening. The activity was conducted in Gadingrejo Village, Pringsewu Regency, involving 30 participants aged 45–65 years who were identified as a high-risk group for diabetes mellitus. The intervention consisted of structured health education, dissemination of educational leaflets, and direct blood glucose, blood pressure, and uric acid measurements performed by nursing students and supervised by a lecturer. The results showed that 60% of participants had normal blood glucose levels, 26% had slightly elevated glucose levels, and 14% had high glucose levels indicating potential diabetes. Participants demonstrated strong enthusiasm, actively engaged during discussion sessions, and expressed improved understanding regarding healthy diet management, physical activity, and routine health monitoring. A short session of simple aerobic exercise was also conducted to promote regular physical activity as an easy preventive measure. Overall, this program successfully increased public awareness and early detection of diabetes risk. Strengthening local cadres’ capacity and conducting regular community-based health screening are recommended to ensure sustainable diabetes prevention efforts.
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Skizofrenia Dengan Harga Diri Rendah Dan Halusinasi Pendengaran Melalui Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Dan Terapi Menggambar Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung Nabila Nabila; Refi Fresiliya Anggraini; Rima Arianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan persepsi, emosi, dan perilaku, serta sering disertai halusinasi pendengaran dan harga diri rendah yang berdampak pada penurunan fungsi psikososial. Data World Health Organization (2022–2023) menunjukkan sekitar 23 juta orang mengalami gangguan jiwa berat, sementara di Indonesia terjadi peningkatan kasus dari 315.621 pada tahun 2023 menjadi 668.608 pada tahun 2024, dengan dominasi skizofrenia. Kondisi ini menuntut intervensi keperawatan yang komprehensif, termasuk pendekatan nonfarmakologis seperti terapi aktivitas kelompok dan terapi menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi aktivitas kelompok dan terapi menggambar dalam asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest pada enam klien di RSJ Daerah Provinsi Lampung. Intervensi meliputi terapi aktivitas kelompok dan terapi menggambar yang diberikan secara terstruktur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran sebelum serta sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan intensitas halusinasi pendengaran, yaitu pada Ny. A dari skor 26 menjadi 13 (50%) dan Ny. L dari 20 menjadi 7 (65%). Pada klien dengan harga diri rendah, skor Tn. O menurun dari 68 menjadi 20 (70,59%) dan Tn. I dari 63 menjadi 20 (68,25%). Selain itu, terjadi peningkatan harga diri pada Tn. J dari 15 menjadi 29 dan Tn. C dari 12 menjadi 28 berdasarkan Rosenberg Self-Esteem Scale. Kesimpulannya, penerapan terapi aktivitas kelompok dan terapi menggambar efektif dalam menurunkan halusinasi pendengaran serta meningkatkan harga diri pasien skizofrenia secara signifikan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan jiwa berbasis nonfarmakologis.