Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang Grance Marsela Pandie; Jeny J. Therik; Catryn V. Adam; Dumanita Tamba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tetus di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis penelitian menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi dilakukan menggunakan empat indikator menurut Dunn (1994), yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, dan responsivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes Tetus belum berjalan secara optimal. Dari sisi efektivitas, pengelolaan unit usaha belum sepenuhnya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam manajemen usaha. Pada indikator efisiensi, pemanfaatan modal dan sumber daya belum dikelola secara maksimal sehingga perkembangan usaha berjalan lambat. Indikator kecukupan menunjukkan bahwa sarana dan prasarana penunjang, khususnya pada unit usaha air bersih, masih terbatas sehingga pelayanan belum memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Responsivitas BUMDes juga masih rendah karena masih ditemui kurangnya koordinasi, komunikasi, dan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, BUMDes Tetus memerlukan peningkatan kapasitas pengelolaan, transparansi, komunikasi, serta dukungan sarana dan prasarana agar mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai motor penggerak perekonomian desa.
Strategi Penanganan Permasalahan Sampah Di Kota Kupang Adri Adri; Jeny J. Therik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20650

Abstract

This study aims to evaluate the waste management strategy of the Kupang City Environment and Sanitation Agency in addressing the challenge of increasing waste volume. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing observation, in-depth interviews, and documentation with key informants such as field officers, agency staff, and the community. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validation through source and technique triangulation. The results indicate that the waste management strategy focuses on five main pillars: regulatory strengthening, communication, information, and education (IEC), institutional strengthening, coordination and collaboration, and a circular economy. Despite the strategy's implementation, the target of reducing waste by 1–5% per year has not been achieved, with daily waste volume increasing from 233 tons (2023) to 234 tons (2024). Key obstacles include limited infrastructure, low community participation (approximately 20%), a minimal operational budget, and reliance on landfills. This strategy has been implemented in a structured manner through a clear division of tasks and effective vertical-horizontal communication. Officers demonstrated high commitment, although individual discipline issues persisted. Quarterly evaluations indicated the need to revise the strategy to be more adaptive, data-driven, and technology-driven. Facility improvements, ongoing education, and community engagement are key factors in creating an effective and sustainable waste management system in Kupang City