Atma Rulin Dewi Nugrahaini
Universitas Islam Sultan Agung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Krobokan Kota Semarang Putri Batrisyia Sabrina; Atma Rulin Dewi Nugrahaini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5381

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang membutuhkan perhatian serius, terutama karena keberhasilan terapinya sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT). Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan pengobatan tidak tuntas, meningkatkan risiko kekambuhan, resistensi obat, serta memperpanjang masa penularan. Puskesmas Krobokan Kota Semarang merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang mengalami peningkatan kasus TBC pada tahun 2022, sehingga diperlukan evaluasi terhadap perilaku kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepatuhan minum OAT pada pasien TBC serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan pasien. Penelitian dilakukan selama dua bulan menggunakan desain deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 31 pasien TBC yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data dianalisis melalui tahapan editing, coding, scoring, tabulating, kemudian diinterpretasikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 6 pasien (19%) memiliki kepatuhan tinggi, 9 pasien (29%) memiliki kepatuhan sedang, dan sebagian besar yaitu 16 pasien (52%) memiliki kepatuhan rendah. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap rendahnya kepatuhan antara lain usia produktif yang memiliki aktivitas tinggi, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, serta persepsi pasien terhadap efek obat ketika gejala mulai membaik. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar keberhasilan pengobatan TBC dapat tercapai secara optimal.
Hubungan Adanya Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat sebagai Wujud Ikhtiar untuk Menunjang Keberhasilan Terapi pada Pasien PROLANIS Puskesmas Bangetayu Kota Semarang Putri Nuril Maulida Hakim; Atma Rulin Dewi Nugrahaini; Rubiyah Suparman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5422

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan upaya sistematis yang dikembangkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis melalui pengelolaan terapi dan edukasi kesehatan yang berkesinambungan. Salah satu faktor krusial dalam keberhasilan terapi penyakit kronis adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai aturan. Kepatuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, salah satunya dukungan keluarga sebagai sumber motivasi, pengawasan, dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan minum obat sebagai wujud ikhtiar untuk menunjang efektivitas terapi pada pasien PROLANIS di Puskesmas Bangetayu, Kota Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan keluarga dan Medication Adherence Rating Scale (MARS-10) untuk menilai tingkat kepatuhan minum obat. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memperoleh dukungan keluarga yang baik (92%) dan memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (88%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pasien PROLANIS. Dengan demikian, dukungan keluarga terbukti berperan penting dalam keberhasilan terapi penyakit kronis, terutama bagi pasien usia lanjut yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus di Apotek Margahusada 1 Kota Semarang Atma Rulin Dewi nugrahaini; Visi Ashari Anhar; Putri Rizky Nurriyadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5459

Abstract

Latar Belakang: Di Apotek Margahusada 1 Kota Semarang, kasus diabetes melitus masih tergolong tinggi dan terus mengalami peningkatan. Di fasilitas pelayanan kefarmasian ini, masih ditemukan pasien diabetes melitus yang tidak patuh dalam meminum obat. Kepatuhan pasien minum obat memegang peran sangat penting dalam keberhasilan terapi untuk menjaga kadar glukosa darah tetap normal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di Apotek Margahusada 1 Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang terkumpul diolah melalui tahapan editing, coding, scoring, dan tabulating. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik mayoritas responden adalah perempuan (60%) , berusia $\ge$ 56 tahun (56,7%) , berpendidikan terakhir SLTA (60%) , dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (53%). Berdasarkan analisis kepatuhan, mayoritas pasien memiliki tingkat kepatuhan yang rendah. Sebanyak 29 responden (96,7%) berada dalam kategori kepatuhan rendah, 1 responden (3,3%) pada kepatuhan sedang, dan 0% pada kepatuhan tinggi. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Apotek Margahusada 1 Semarang masuk dalam kategori rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan pekerjaan
Optimasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Emulgel Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica) Dengan Variasi Konsentrasi Tween 80 Dan SPAN 80 Dengan Metode SLD (Simplex Lattice Design) Putri Puji Widyastuti; Atma Rulin Dewi Nugrahaini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5489

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formula sediaan emulgel ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dengan variasi konsentrasi emulgator Tween 80 dan Span 80 menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) serta mengevaluasi mutu fisiknya. Pegagan merupakan tanaman yang kaya senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan sterol yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan tabir surya alami. Sediaan emulgel dipilih karena memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibandingkan gel dan krim, mudah diaplikasikan, tidak berminyak, dan mampu meningkatkan pelepasan obat secara terkontrol. Variasi konsentrasi Tween 80 dan Span 80 ditetapkan pada rentang 1–5% sesuai batas penggunaan emulgator. Penelitian ini melakukan beberapa uji mutu fisik, yaitu organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji tipe emulgel. Optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Design Expert 13.0 untuk menentukan formula paling stabil berdasarkan parameter viskositas, daya lekat, dan daya sebar. Dari 43 kombinasi formula yang dihasilkan, diperoleh satu formula dengan nilai desirability 1,000, yakni kombinasi Tween 80 sebesar 4% dan Span 80 sebesar 2%. Formula optimum tersebut menghasilkan daya lekat sebesar 11,22 detik, daya sebar 6,79 cm, dan viskositas 10.120 cP yang seluruhnya memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan topikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi emulgator yang tepat mampu menghasilkan sediaan emulgel yang stabil dan layak untuk dikembangkan sebagai produk tabir surya berbahan alam.