Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Media Sosial dengan Komunikasi Politik di Era Kontemporer: Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Palangka Raya Tahun 2025 Matelia Dis; Olla Mardianti; Fitriana Selvia; Bhayu Rhama; Subhan Ilham Thareq
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5408

Abstract

Media sosial kini menjadi ruang utama bagi generasi muda dalam mengakses dan berdiskusi mengenai isu politik, termasuk bagi mahasiswa Universitas Palangka Raya yang memanfaatkannya sebagai medium komunikasi politik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan media sosial berpengaruh terhadap komunikasi politik mahasiswa tahun 2025. Dengan populasi 150 mahasiswa dan 109 responden yang dipilih melalui purposive sampling, data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap komunikasi politik, yang dibuktikan dengan nilai t hitung (8,054) > t tabel (1,98260) dan signifikansi 0,000 < 0,05. Uji determinasi menunjukkan bahwa media sosial berkontribusi sebesar 37,7% terhadap peningkatan komunikasi politik mahasiswa, sedangkan 62,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor di luar penelitian seperti literasi digital, lingkungan pergaulan, aktivitas organisasi, dan konsumsi media lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa semakin intens mahasiswa menggunakan media sosial untuk memperoleh dan bertukar informasi politik, semakin tinggi keterlibatan mereka dalam komunikasi politik digital. Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga ruang deliberatif yang memperkuat literasi politik dan partisipasi generasi muda dalam kehidupan politik, sejalan dengan amanat Pasal 28F UUD 1945 mengenai hak memperoleh informasi dan menyampaikan pendapat.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Palangka Raya serta Relevansinya terhadap Kebijakan Pelayanan Kesehatan Mental di Sektor Publik Arya Hendrik Pamorja; Muhammad Yusuf Afriyanoor; M. Safawi; Febriaman Zalukhu; Muhammad Haris Alfarizi; Bhayu Rhama; Nabila Syahvalensi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.464

Abstract

ABSTRAK  Penggunaan media sosial yang masif di kalangan mahasiswa berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, terutama kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 45 mahasiswa aktif di wilayah Palangka Raya. Instrumen yang digunakan meliputi skala intensitas penggunaan media sosial dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis data menggunakan statistik deskriptif (mean, median, modus, persentase) dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata durasi penggunaan media sosial mahasiswa adalah 5,4 jam per hari, dengan frekuensi akses 17,2 kali per hari, dan platform paling dominan adalah Instagram (44,4%). Tingkat kecemasan menunjukkan 28,9% mengalami kecemasan berat, 42,2% kecemasan sedang, 28,9% kecemasan ringan, dan tidak ada responden dengan kecemasan minimal. Rata-rata skor GAD-7 adalah 12,2 (kategori sedang). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara durasi penggunaan media sosial dan tingkat kecemasan (r = 0,612, p < 0,01). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama durasi penggunaan media sosial, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program literasi digital dan manajemen waktu penggunaan media sosial bagi mahasiswa. ABSTRACT  The massive use of social media among university students has the potential to cause negative impacts on mental health, especially anxiety. This study aims to analyze the relationship between the intensity of social media use and anxiety levels in university students. The method used was quantitative with a cross-sectional approach. Data were collected through an online questionnaire distributed to 45 active students in the Palangka Raya area. The instruments used included a social media use intensity scale and the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Data analysis used descriptive statistics (mean, median, mode, percentage) and Pearson correlation. The results showed that the average duration of social media use was 5.4 hours per day, with an access frequency of 17.2 times per day, and the most dominant platform was Instagram (44.4%). Anxiety levels showed 28.9% experienced severe anxiety, 42.2% moderate anxiety, 28.9% mild anxiety, and no respondents had minimal anxiety. The average GAD-7 score was 12.2 (moderate category). The correlation test showed a strong positive relationship between the duration of social media use and anxiety levels (r = 0.612, p < 0.01). The conclusion of this study is that the longer the duration of social media use, the higher the anxiety level experienced by university students. This study recommends the need for digital literacy programs and time management of social media use for university students.
Family Empowerment Pencegahan Stunting di Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya Sri Mujiarti Ulfah; Bhayu Rhama; Marvy F.A. Sahay; Meilianna Devita Christina
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1855

Abstract

Stunting tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi di Kalimantan Tengah mencapai 22,1% pada tahun 2024, masih di atas standar WHO sebesar 20%. Implementasi program pencegahan stunting di tingkat lokal sering menghadapi kendala karena pendekatan top-down yang kurang melibatkan partisipasi aktif keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga serta memperkuat kapasitas kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan keluarga di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif dengan desain evaluasi one-group pre-test post-test melibatkan 40 peserta (15 kader posyandu dan 25 anggota keluarga). Instrumen evaluasi mencakup kuesioner pengetahuan 20 soal, skala sikap Likert 10 pernyataan, dan formulir kepuasan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan paired t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan proporsi peserta berpengetahuan baik dari 20% menjadi 82,5% (p<0,001) dan sikap positif dari 45% menjadi 87,5% (p<0,001). Sebanyak 93,3% kader siap melanjutkan edukasi mandiri dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 97,5%. Pendekatan pemberdayaan keluarga terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dan membangun keberlanjutan program pencegahan stunting berbasis komunitas.