Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh akses air minum layak, sanitasi layak, dan pengeluaran per kapita terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2016–2022. Pendekatan data panel digunakan untuk memperoleh gambaran hubungan antarvariabel yang lebih akurat, dan pemilihan model melalui uji Chow, Hausman, serta Lagrange Multiplier menunjukkan bahwa Random Effect Model merupakan model yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses air minum layak dan pengeluaran per kapita memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap IPM, sedangkan sanitasi layak memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan secara parsial. Meskipun demikian, ketiga variabel terbukti berpengaruh secara simultan terhadap IPM berdasarkan hasil uji F. Nilai R-squared sebesar 92,49% mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan variasi IPM secara sangat baik. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dasar dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat merupakan faktor penting dalam mendorong pembangunan manusia di wilayah DIY.