Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengantar Manajemen BUMDes Dan Perencanaan Keuangan BUMDes: Pelatihan Dan Pendampingan Pada BUMDes Tetus Kuanheun Novising Dewi Astuti; Juendiny Chrisna Ekasari Tualaka; Theresia Vera Selviana Assan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5506

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tetus Kuanheun dalam memahami prinsip-prinsip dasar manajemen organisasi dan perencanaan keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Sebagai lembaga ekonomi desa, BUMDes memegang peran penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal yang produktif. Namun, berbagai kendala masih ditemukan, seperti lemahnya kemampuan manajerial, ketidakteraturan dalam pencatatan transaksi, serta rendahnya literasi keuangan pada tingkat pengurus. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pengelolaan unit usaha dan berisiko menghambat perkembangan ekonomi desa. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dirancang berbasis kebutuhan lapangan, tim dosen memperkenalkan konsep manajemen modern, prinsip tata kelola yang baik, serta teknik penyusunan rencana keuangan desa yang sistematis. Metode pembelajaran partisipatif diterapkan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi penyusunan rencana usaha dan proyeksi keuangan, serta bimbingan langsung dalam memahami format laporan keuangan sederhana. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya sesuai konteks usaha lokal. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, terutama dalam menyusun rencana kerja, membuat proyeksi pendapatan dan belanja operasional, serta menyusun laporan keuangan sederhana yang relevan bagi operasional BUMDes. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas tata kelola BUMDes secara berkelanjutan dan menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
Paradoks Fiskal dalam Struktur APBD: Dominasi Belanja Pegawai dan Rendahnya Belanja Modal di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025 Rr Lilis Intan Permatasari; Widia Octari Diliana; Novising Dewi Astuti
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.197

Abstract

Desentralisasi fiskal menempatkan APBD sebagai instrumen utama layanan publik, namun realitas di daerah tertinggal menunjukkan paradoks: anggaran meningkat tanpa diiringi kualitas belanja yang lebih baik. Penelitian ini menganalisis paradoks fiskal pada struktur APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025, berupa dominasi belanja pegawai di tengah kontraksi tajam belanja modal. Menggunakan paradigma interpretivisme, pendekatan studi kasus multipel, dan teknik cross-case synthesis, penelitian ini mengolah data aktual Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Per 31 Desember 2025 dari 22 kabupaten/kota dan Provinsi NTT, dikombinasikan dengan Kajian Fiskal Regional (KFR) NTT 2025 dan data dari Badan Pusat Statistik. Hasil menunjukkan proporsi belanja modal anjlok dari 18,27 persen (2023) menjadi 6,40 persen (2025), sementara proporsi belanja pegawai terhadap belanja operasi naik dari 60,03 menjadi 68,19 persen. Analisis value for money mengonfirmasi misalokasi struktural, kegagalan eksekusi anggaran modal (37,55 persen pagu terealisasi), dan disconnection dengan capaian pembangunan manusia (IPM tertinggal 5,91 poin dari rata-rata nasional). Kerangka path dependency dan incrementalism menjelaskan persistensi paradoks ini sebagai hasil komitmen belanja pegawai masa lalu yang sulit dibatalkan dan pola penganggaran inkremental berbasis baseline