Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Derajat Osteoartritis Genu Dengan Indeks Massa Tubuh: Studi Berbasis Radiografi Konvensional Lutut Berdasarkan Kriteria Kellgren & Lawrence Airlangga Archimedes Gymnastiar; Winansih Gubali; Abdi Dzul Ikram Hasanuddin; Sri Manovita Pateda; Elen Mahmud Lukum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Knee osteoarthritis (OA) is a common degenerative joint disease characterized bycartilage damage, osteophyte formation, and joint space narrowing. Body Mass Index (BMI) is apotential risk factor influencing OA severity by increasing mechanical load on the knee joint. Kellgren& Lawrence classification via conventional radiography is a standard method to assess OA severity.Objective: This study aimed to analyze the association between BMI and knee OA severity based onKellgren & Lawrence criteria. Methods: An analytic observational cross-sectional study wasconducted at RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe from May to July 2025. Thirty patients diagnosed withknee OA underwent BMI measurement and conventional knee radiography. Data were analyzed usingSpearman rank correlation test. Results: Most patients had Kellgren & Lawrence grade 2 or 3 OA.BMI distribution ranged from normal to severe obesity. Statistical analysis showed no significantcorrelation between BMI and OA severity (p = 0.457). Conclusion: No significant associationbetween BMI and radiographic OA severity was found. Further studies with larger samples arerecommended.
Hubungan Pengetahuan Manajemen Gizi dengan Status Gizi dan Pola Makan Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2025 Rendi Afriyanto Lahabu; Vivien Novarina A Kasim; Cecy Rahma Karim; Dian Pratiwi Iman; Sri Manovita Pateda
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i6.607

Abstract

Pengetahuan manajemen gizi berperan penting dalam membentuk status gizi dan pola makan mahasiswa kedokteran yang memiliki kebutuhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan manajemen gizi dengan status gizi dan pola makan mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 130 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Pengetahuan manajemen gizi diukur menggunakan kuesioner 40 item, status gizi ditentukan melalui IMT, dan pola makan dinilai menggunakan FFQ 59 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,8% mahasiswa memiliki pengetahuan manajemen gizi kurang, 53,8% memiliki status gizi normal, dan 66,2% memiliki pola makan cukup. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara pengetahuan manajemen gizi dan status gizi (ρ = 0,444; r = 0,068). Sebaliknya, terdapat korelasi signifikan namun negatif antara pengetahuan manajemen gizi dan pola makan (ρ = 0,000; r = –0,309). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen gizi belum sepenuhnya tercermin dalam status gizi maupun pola makan mahasiswa, serta faktor lain di luar pengetahuan kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk kedua kondisi tersebut.