Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Project Pada Mata Pelajaran Ipas Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Di Sdn Ciranjang Girang 2 Hera Asriana; Didah Nuraidah; Elis Sukmawati; Rania Meliani Santika Dewi; Dinny Mardiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ( IPAS ) di SDN Ciranjang Girang 2. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang fokus pada pengalaman, persepsi, dan dinamika proses pembelajaran PjBL pada pelajaran IPAS di kelas V. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi partisipatif selama proses pembelajaran, serta analisis dokumen hasil kerja siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola-pola, makna, dan tantangan yang muncul dalam penerapan model PjBL. Temuan penelitian menampilkan pemahaman yang kaya mengenai peningkatan kualitas pembelajaran dan perubahan perilaku belajar siswa setelah menggunakan PjBL. Penelitian ini juga mengungkap proses adaptasi guru dan siswa terhadap model pembelajaran baru, serta faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan penerapan PjBL.Hasil kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana PjBL menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan signifikan dalam peningkatan prestasi siswa di sekolah dasar. Keywords:Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ( IPAS), Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Prestasi Belajar. ABSTRACT This study aims to examine in depth the impact of implementing the Project-Based Learning (PjBL) model on improving student achievement in Natural and Social Sciences (IPAS) at SDN Ciranjang Girang 2. The research approach used a qualitative method with a case study design that focused on the experiences, perceptions, and dynamics of the PjBL learning process in fifth grade. Data were collected through in-depth interviews with teachers and students, participant observation during the learning process, and analysis of student work documents. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify patterns, meanings, and challenges that emerged in the implementation of the PjBL model. The research findings provide a rich understanding of the improvement in learning quality and changes in student learning behavior after using PjBL. This study also reveals the adaptation process of teachers and students to the new learning model, as well as factors that support and hinder the successful implementation of PjBL. The results of this study provide in-depth insights into how PjBL creates a dynamic learning environment and significantly improves student achievement in elementary schools. Keywords: Natural and Social Sciences (IPAS), Project-Based Learning Model, Learning Achievement.
Inovasi Manajemen Pembelajaran Mendalam dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Abad ke-21 di Sekolah Dasar Elis Sukmawati; Yosal Iriantara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi manajemen pembelajaran mendalam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus yang dilaksanakan di SDN Binakarya Bojong Picung Kabupaten Cianjur dan SDN Cibabat 5 Cimahi Utara, Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Analisis data menggunakan model analisis kualitatif interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi manajemen pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen pembelajaran yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah melakukan analisis kebutuhan serta merumuskan tujuan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Pada tahap pengorganisasian, koordinasi antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan mendukung implementasi pembelajaran inovatif. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan melalui strategi berbasis proyek, inkuiri, diskusi kolaboratif, dan refleksi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Sementara itu, pada tahap evaluasi dilakukan melalui supervisi akademik, penilaian autentik, serta refleksi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi manajemen pembelajaran mendalam berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran abad ke-21 melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa sekolah dasar.