Latar Belakang Kehamilan ektopik terganggu (KET) merupakan kegawatdaruratan obstetrik yang dapat mengancam jiwa ibu dan mengganggu kelangsungan hidup janin, terutama pada trimester pertama. Faktor risiko utama meliputi riwayat kerusakan tuba, infeksi tuba, dan gaya hidup yang kurang baik. Deteksi dini melalui temuan klinis, pemeriksaan serum, dan sonografi transvagina sangat penting untuk diagnosis yang tepat. Tatalaksana segera, seperti salpingektomi, dapat membantu memperbaiki prognosis dari fungsi reproduksi. Metode Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus dengan tujuan untuk menganailisis intervensi yang dilakukan terhadap pasien dengan gangguan kehamilan anemia normositik nomokrom et causa kehamilan ektopik terganggu. Hasil Wanita usia 24 tahun dengan kehamilan pertama datang ke RSUD Pasar Rebo dengan keluhan lemas, perdarahan pervaginam, dan disertai nyeri perut sisi bawah. Pemeriksaan fisik menunjukan pasien mengalami anemia dan didapatkan nyeri tekan abdomen sisi bawah serta nyeri goyang portio pada pemeriksaan vaginal toucher. Pada pemeriksaan ultrasonografi tidak tampak adanya kantong kehamilan yang terlihat dalam kavum uteri. Namun, tampak terdapat area yang teridentifikasi sebagai kemungkinan kehamilan ektopik pada tuba fallopi dextra. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan dari hemoglobin 6.7 g/dL dan hematokrit 19 %. Melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis mengalami anemia akibat kehamilan ektopik terganggu dan dilakukan tatalaksana dengan resusitasi cairan NaCl dan ringer laktat, transfusi packed red cells, antibiotik profilaksis, serta dilakukan laparatomi eksplorasi secara cito yang berakhir dengan salpingektomi tuba fallopi dextra. Kesimpulan Kehamilan ektopik terganggu memerlukan diagnosis segera dan tatalaksana yang tepat dan cepat untuk meningkatkan kesalamatan ibu dan menjaga fungsi reproduksi.