Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Orang Tua dalam Menerapkan Pola Asuh Pada Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Kualitatif Fenomenologis Lisdayani; Intan; Putri Namia; Jihan Trisyah Utami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6081

Abstract

Mengasuh anak berkebutuhan khusus memerlukan pemahaman mendalam, kesabaran tinggi, dan penerimaan yang kuat. Orang tua dituntut untuk tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai guru, terapis, sekaligus pendukung emosional bagi anaknya. Tantangan ini menjadi semakin kompleks ketika orang tua harus berhadapan dengan tekanan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman orang tua dalam menerapkan pola asuh terhadap anak berkebutuhan khusus serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman emosional, sosial, dan praktis yang dialami orang tua melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menjalani proses panjang mulai dari penolakan hingga penerimaan, serta umumnya menerapkan pola asuh demokratis yang disertai kasih sayang dan penyesuaian berdasarkan kebutuhan anak. Namun, mereka juga menghadapi berbagai tantangan seperti tekanan psikologis, stigma sosial, keterbatasan ekonomi, kurangnya pengetahuan, serta minimnya dukungan lingkungan. Meski demikian, orang tua tetap menunjukkan keteguhan dan komitmen besar dalam mendampingi perkembangan anak melalui berbagai upaya, termasuk mencari dukungan profesional dan komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa pengasuhan anak berkebutuhan khusus merupakan proses kompleks yang membutuhkan pemahaman, dukungan, dan kebijakan inklusif dari berbagai pihak.
Makna Pernikahan dalam Perspektif Kepribadian Laki-Laki Dewasa yang Belum Menikah Rizky Mulya Ikhsan; Sri Nurhayati Selian; Lisdayani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan dalam perspektif kepribadian laki-laki dewasa yang belum menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif partisipan terkait pandangan mereka terhadap pernikahan. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang laki-laki dewasa yang belum menikah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memaknai pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab besar yang membutuhkan kesiapan emosional, mental, finansial, dan sosial. Kesiapan diri dipandang sebagai faktor utama sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Pengalaman keluarga, baik yang bersifat positif maupun negatif, turut memengaruhi pandangan partisipan terhadap hubungan pernikahan. Selain itu, partisipan juga mengalami tekanan sosial terkait status belum menikah, meskipun mereka memandang bahwa keputusan menikah merupakan pilihan hidup yang bersifat personal. Penelitian ini juga menemukan bahwa kecocokan, stabilitas emosional, karakteristik kepribadian, dan kekhawatiran terhadap kegagalan pernikahan menjadi faktor penting dalam memaknai hubungan pernikahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makna pernikahan pada laki-laki dewasa yang belum menikah dipengaruhi oleh interaksi antara pengalaman keluarga, kepribadian, tekanan sosial, dan kesiapan psikologis individu.