Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MATH DLP Enhances Students' Critical Thinking Skills in Solving Mathematical Problems: MATH DPL Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Rizal Masaniku; Hikmahturrahman Hikmahturrahman; Maulidina Basalama
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6211

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas MATH DLP (Deep Learning Power) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pemecahan masalah matematika. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen satu kelompok dengan desain pretest–posttest pada 21 siswa. Keterampilan berpikir kritis diukur melalui tes pemecahan masalah sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan skor yang signifikan setelah penerapan MATH DLP: pra-tes M = 63,10 (SD = 12,19) dan pasca-tes M = 77,38 (SD = 6,45), dengan selisih rata-rata 14,28 poin (t(20) = −8,076, p < 0,001). Ukuran efek tergolong besar (Cohen’s d = 1,76), menandakan dampak praktis yang kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa MATH DLP efektif untuk memperkuat berpikir kritis siswa melalui pembelajaran mendalam dan pemecahan masalah yang berpusat pada siswa.
STUDENTS’ THINKING PROCESSES IN INVERSE PROPORTION PROBLEM SOLVING Maulidina Basalama; Nur’ain S. Patilima; Nur Elina Karim; Hikmahturrahman Hikmahturrahman; Zulfahmi Mustapa R; Suhardiman Darson Tamu; Febiyanti R. Hasan
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8460

Abstract

This study describes students’ thinking processes in solving inverse proportion problems based on mathematical ability. The study employed a qualitative descriptive design involving three students categorized as having high, moderate, and low mathematical ability. Data were collected through a written inverse proportion task and task-based interviews organized according to four problem-solving stages: understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and looking back. The task asked students to determine the completion time when 20 workers who could finish a job in 30 days were increased to 50 workers. The results showed that the high-ability student recognized the inverse relation, used the constant-product model 20 × 30 = 50 × x, obtained 12 days, and verified the answer. The moderate-ability student treated the situation as direct proportion by writing 20 : 50 = 30 : x, indicating relational misconception. The low-ability student recognized the inverse relation but had difficulty with multiplication and division and did not check the answer. The findings imply that inverse proportion instruction should emphasize contextual relations, strategy selection, computational fluency, and reflective checking.
PLP I CALON GURU MATEMATIKA BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM DI BOARDING SCHOOL Maulidina Basalama; Nur’ain S. Patilima; Nur Elina Karim; Nurhayati R. Napu; Nur Rahmatia R. Napu; Moh. Fajar Adam Yunus; Hikmahturrahman Hikmahturrahman; Febiyanti R. Hasan; Suhardiman Darson Tamu; Rahmi Nindi Arsyad
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8465

Abstract

PLP I memberi mahasiswa calon guru matematika pengalaman awal untuk memahami kehidupan sekolah secara nyata. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan PLP I di SMA Muhammadiyah Boarding School Kota Gorontalo dengan fokus pada kultur sekolah, kompetensi guru, karakteristik peserta didik, implementasi Kurikulum Merdeka, dan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan pada 4-18 Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki kultur religius, disiplin, ramah, dan kekeluargaan melalui pembiasaan 3S, doa bersama, salat berjamaah, apel pagi, dan nilai 5K. Guru matematika menunjukkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian melalui penguasaan materi, pengelolaan kelas, media digital, dan pembelajaran berpusat pada siswa. Wawancara menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam diterapkan melalui masalah kontekstual, pertanyaan pemantik, diskusi, presentasi, dan refleksi. PLP I memperkuat pemahaman calon guru tentang praktik keguruan, kultur sekolah, dan pembelajaran matematika bermakna di boarding school.