Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Risiko Seksual Pranikah Di MTS Hidayatuth Tholibin Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara Ririn Anisa; Ani Kristianingsih; Iis Tri Utami; Nila Qurniasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6227

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak luas, baik secara biologis maupun psikososial. Remaja yang terlibat dalam perilaku seksual pranikah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kehamilan tidak diinginkan, putus sekolah, serta stigma sosial, dan juga rentan terhadap infeksi menular seksual seperti HIV, AIDS, dan hepatitis. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2022, sekitar 21 juta remaja perempuan berusia 15–19 tahun mengalami kehamilan setiap tahunnya, dan sekitar 12 juta di antaranya terjadi pada usia remaja awal. Di Indonesia, hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja (SKRR) tahun 2020 menunjukkan bahwa sebagian remaja telah melakukan hubungan seksual, yang mencerminkan masih adanya perilaku berisiko pada kelompok usia remaja. Kondisi serupa juga ditemukan di Provinsi Lampung, dimana sekitar 5,1% remaja dilaporkan pernah melakukan hubungan seksual pranikah, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan reproduksi dan dampak sosial lainnya. Situasi tersebut menunjukkan perlunya upaya pencegahan melalui intervensi edukatif yang terarah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai risiko seksual pranikah di MTs Hidayatuth Tholibin Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pretest–posttest. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh siswi kelas IX berjumlah 61 orang yang dipilih dengan total sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 74,67 menjadi 83,27 serta skor sikap dari 79,13 menjadi 83,27. Uji Wilcoxon memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan demikian, intervensi edukasi terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja mengenai risiko seksual pranikah. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi di sekolah.
Pengaruh Pemberian Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Waylayap Pesawaran Ade Rosilia Saputri; Inggit Primadevi; Eka Tri Wulandari; Iis Tri Utami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6595

Abstract

Hipertensi atau atau silent killer merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah. Usia seseorang merupakan salah satu faktor risiko tekanan hipertensi, pada lansia sensitivitas organ yang mengatur hipertensi yaitu refleks baroreseptor mulai berkurang. Prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 29,94%, salah satu upaya yang dilakukan dengan terapi nonfarmakologis pemberian jus tomat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pre experiment rancangan one group pre-posttest design, penelitian dilakukan di Desa Waylayap Pesawaran. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki tekanan darah tinggi. Tehnik sampling yang digunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 18 orang, penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2025, Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan SOP pengukuran tekanan darah, SOP Jus Tomat, lembar observasi, dan analisa menggunakan uji wilxocon. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebelum diberikan jus tomat rata-rata tekanan darah sistole responden adalah 158,06, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolenya 94,44. Setelah intervensi pemberian jus tomat, rata-rata tekanan darah sistole menurun menjadi 139,72 dan rata-rata tekanan darah diastole menjadi 85,83. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah. Penelitian menyimpulkan bahwa jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Desa Way Layap Pesawaran. Oleh karena itu, lansia disarankan menerapkan terapi nonfarmakologis melalui konsumsi jus tomat sebagai upaya membantu mengatasi tekanan darah tinggi.