Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Waylayap Pesawaran Ade Rosilia Saputri; Inggit Primadevi; Eka Tri Wulandari; Iis Tri Utami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6595

Abstract

Hipertensi atau atau silent killer merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah. Usia seseorang merupakan salah satu faktor risiko tekanan hipertensi, pada lansia sensitivitas organ yang mengatur hipertensi yaitu refleks baroreseptor mulai berkurang. Prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 29,94%, salah satu upaya yang dilakukan dengan terapi nonfarmakologis pemberian jus tomat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan pre experiment rancangan one group pre-posttest design, penelitian dilakukan di Desa Waylayap Pesawaran. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki tekanan darah tinggi. Tehnik sampling yang digunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 18 orang, penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2025, Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan SOP pengukuran tekanan darah, SOP Jus Tomat, lembar observasi, dan analisa menggunakan uji wilxocon. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebelum diberikan jus tomat rata-rata tekanan darah sistole responden adalah 158,06, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolenya 94,44. Setelah intervensi pemberian jus tomat, rata-rata tekanan darah sistole menurun menjadi 139,72 dan rata-rata tekanan darah diastole menjadi 85,83. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah. Penelitian menyimpulkan bahwa jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Desa Way Layap Pesawaran. Oleh karena itu, lansia disarankan menerapkan terapi nonfarmakologis melalui konsumsi jus tomat sebagai upaya membantu mengatasi tekanan darah tinggi.
Pengaruh Aromaterapi Mawar terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Pardasuka Komalasari Komalasari; Desti Mayasari; Yona Desni Sagita; Eka Tri Wulandari
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2343

Abstract

Untreated labor pain can increase catecholamine secretion, leading to vasoconstriction, decreased uterine contractions, and a higher risk of complications. Various non-pharmacological methods have been used to reduce pain, one of which is aromatherapy. Rose aromatherapy provides a relaxing effect and reduces pain perception. This study aimed to determine the effect of rose aromatherapy on the intensity of labor pain during the active phase of the first stage of labor. A quasi-experimental design with a posttest-only control group design was used. The study involved 30 laboring women divided into two groups, with 15 respondents in each group. The intervention group received rose aromatherapy by diffusing 3–5 drops of essential oil mixed with 100 ml of water for 15 minutes, while the control group received standard normal labor care. Pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS) and analyzed using the Mann–Whitney test. The results showed that the average pain intensity in the control group was 7.40 (60%), while in the intervention group it was 5.33 (46.7%), indicating a 13.3% reduction in pain level with a p-value of 0.000 < 0.05. This indicates a significant effect of rose aromatherapy on the intensity of labor pain during the active phase of the first stage of labor at the midwifery private practice (PMB) in the working area of Pardasuka Community Health Center in 2025. Based on these findings, it can be concluded that rose aromatherapy is effective in reducing labor pain intensity during the active phase of the first stage of labor. Keyword : Rose Aromatherapy, Labor Pain, First Stage Active Phase, Pain Management