Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Bayi Di Klinik Pratama Manda Tahun 2025 Mariana Sinaga; Jeanika Br Pinem
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6412

Abstract

MP-ASI merupakan makanan yang di berikan bersamaan dengan ASI sampai berusia 2 tahun. Bayi usia 6 bulan sudah membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian pengganti susu ibu (PASI) pada anak yang berumur sebelum 6 bulan tidaklah dianjurkan dikarenakan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit khususnya diare. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi diatas 6 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Penelitian ini dilakukan di Klinik Manda. Hasil penelitian terhadap 30 responden terdapat mayoritas karakteriktik pengetahuan ibu baik sebanyak 17 responden (56,7%), pada karakteristik pekerjaan ibu adalah tidak bekerja sebanyak 19 responden (63,3%), pada karakteristik sosial budaya ibu kategori baik sebanyak 22 responden (73,3%). Berdasarkan hasil bivariat dengan uji chi-square didapatkan hasil bahwa ada pengaruh variabel pengetahuan dengan pemberian MP-ASI (p-value 0,029), ada pengaruh variabel pekerjaan dengan pemberian MP-ASI (p-value 0,032) dan ada pengaruh variabel sosial budaya dengan pemberian MP-ASI (p-value 0,041). Petugas kesehatan diharapkan untuk dapat memberikan edukasi atau konseling kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI pada bayi dengan menekankan beberapa hal yang penting, seperti waktu mulainya pemberian MP-ASI pada bayi usia 6 bulan, memastikan kebersihan dan sanitasi makanan bayi, memberikan makanan dengan tekstur yang bertahap sesuai usia bayi.
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan Tahun 2025 Rianita Siagian; Mariana Sinaga; Jeanika Pinem
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47677

Abstract

Abstract Relaxation techniques can be done in various ways, one of which is with aromatherapy. Aromatherapy has a calming effect to reduce anxiety and tension. The use of aromatherapy can be inhaled, drunk, compressed, massaged, and mixed with water and then used for bathing. When essential oils are inhaled, the aroma is detected by olfactory receptor cells in the nostrils, the stimulation takes place. along the olfactory nerve (cranial nerve I) to the olfactory bubble and then to the brain where stimulation is thought to play a role in emotion, memory, and various bodily functions including heart rate, blood pressure, respiration, and the immune system. This type of research uses a pre-experimental design using a one group pretest-posttest design. This study was used to see the effect of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in post sectio caesaria before and after intervention. The sampling technique in this research is total sampling. The T-Test statistical test was used to determine the effect of anxiety intensity before and after being given lavender aramotherapy. After conducting research on 20 respondents, the results of the research and discussion regarding the effect of lavender aromatherapy on the anxiety level of post sc mothers at Mitra SejatiHospital. The T-Test test obtained P-Value = 0.009 which means that there is an effect of lavender aromatherapy on the anxiety level of postoperative section caesarea mothers. The positive impact of aromatherapy on reducing anxiety is because lavender aromatherapy is given directly. However, giving lavender does not always have an impact on changes in reducing anxiety levels. Keywords : Lavender Aromatherapy, Mrs. Pst SC Abstrak Teknik relaksasi bisa dilakukan dengan berbagai cara,salah satunya adalah dengan aromaterapi. Aromaterapi memiliki efek menenangakan untuk mengurangi kecemasan dan ketegangan.penggunaan aramoterapi bisa dengan cara di hirup,diminum,kompres,pijat,dan dicampur dengan air kemudian digunkan untuk mandi.ketika minyak esensial dihirup aroma dideteksi oleh sel reseptor olfaktorius di lubang hidung,stimulasi tersebut berjalan disepanjang saraf olfaktorius (saraf kranial I) kebubus olfaktorius dan kemudian menuju ke otak tempat stimulasi tersebut dianggap berperan pada emosi,ingatan,dan berbagai fungsi tubuh termasuk frekuensi jantung,tekanan darah,pernafasan,dan system imun. Jenis penelitian ini menggunakan pre eksperiment dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Penelitian ini digunakan untuk melihat pengaruh aromaterapi lavender dalam mengurangi tingkat kecemasan pada post sectio caesaria sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan total sampling. Uji statistic T-Test digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh intesitas kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aramoterapi lavender. Setelah dilakukan penelitian terhadap 20 responden hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu post sc di rsu sinar husni. Uji T-Test didapatkan nila P-Value =0,009 yang memiliki arti bahwa terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu post operasi section caesarea . dampak positive aromaterapi terhadap penurunan kecemasan ini disebabkan karena aromaterapi lavender diberikan secara langsung. Namun demikian tidak selamanya pemberian lavender berdampak pada perubahan penurunan tingkat kecemasan. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender,Ibu Pst SC