Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Talk Clean And Act Green ; Inovasi Produksi Ekoenzime Dari Limbah Organik Sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Di SMA N 1 Ampel Sri Arini Widiyaningsih; Siti Muslimah; Slamet Purwanto; Rodhotun Nimah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah organik menjadi tantangan serius di sekolah Indonesia, menyumbang 40,64% total sampah rumah tangga dan mengancam kesehatan lingkungan. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan menginovasikan produksi ekoenzim dari limbah organik kantin sekolah menggunakan Pendekatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Pendidikan Lingkungan terintegrasi Project-Based Learning (PjBL) di SMA N 1 Ampel. Pendekatan kualitatif deskriptif menargetkan 35 siswa kelas X1 secara purposive sampling, menggunakan pre-post test, lembar observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data kualitatif deskriptif melalui triangulasi berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan. Hasil menunjukkan kehadiran 97%, peningkatan pemahaman 88% pada post-test, antusiasme tinggi siswa, dan fermentasi tiga bulan berhasil menghasilkan ekoenzim berkualitas (warna kecoklatan, aroma alkohol-cuka, kapalan putih). Kesimpulannya, pendekatan terintegrasi efektif mengubah limbah menjadi produk bernilai guna sambil menumbuhkan praktik lingkungan berkelanjutan di kalangan siswa.
Menanam Harapan di Era Globalisasi: Implementasi Inovasi Budidaya Ikan Lele dan Sawi di Galon sebagai Solusi Ketahanan Pangan Lokal di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali Muhammad Faisal Nugroho; Muhammad Ibrahim Kaka Satria; Muhammad Khusnul Khalifah; Muhammad Najwan Bilal Ramadhan; Rodhotun Nimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2571

Abstract

Food security issues are increasingly pressing in the era of globalization, particularly in rural communities facing limited land and unstable food access, thus affecting family nutritional adequacy. This community service activity aims to introduce a simple and cost-effective innovation through integrated catfish and mustard greens cultivation using used gallon containers as an alternative solution to improve local food security in Urutsewu Village, Ampel District, Boyolali Regency. The methods applied included delivering basic food security materials, introducing the concept of integrated cultivation, and direct demonstrations covering the preparation of planting media, system installation, and the introduction of fish and vegetable seeds, accompanied by participatory practices. The results showed that despite the limited time, participants experienced increased understanding and practical skills in starting household-scale cultivation. The community was able to follow each stage of the process and demonstrated readiness to utilize available space at home as a productive food source. In conclusion, the implementation of gallon-based catfish and mustard greens cultivation provides a practical and accessible basis for increasing family food self-sufficiency and has the potential for further development through ongoing mentoring.ABSTRAKPermasalahan ketahanan pangan semakin mendesak di era globalisasi, khususnya pada masyarakat pedesaan yang menghadapi keterbatasan lahan dan akses pangan yang tidak stabil, sehingga memengaruhi kecukupan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi sederhana dan hemat biaya melalui budidaya terpadu ikan lele dan sayur sawi menggunakan wadah galon bekas sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal di Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Metode yang diterapkan meliputi penyampaian materi dasar ketahanan pangan, pengenalan konsep budidaya terpadu, serta demonstrasi langsung meliputi persiapan media tanam, pemasangan sistem, dan introduksi benih ikan dan bibit sayuran, disertai praktik partisipatif. Hasil menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan terbatas dalam waktu, peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memulai budidaya skala rumah tangga. Masyarakat dapat mengikuti setiap tahap proses dan menunjukkan kesiapan memanfaatkan ruang yang tersedia di rumah sebagai sumber pangan produktif. Kesimpulannya, penerapan budidaya ikan lele dan sawi berbasis galon memberikan dasar yang praktis dan mudah diakses untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkelanjutan.
Pendidikan Anti Korupsi di SMK Pandanaran: Membangun Generasi Muda Sebagai Pilar Bangsa: Anti-Corruption Education at SMK Pandanaran : Shaping the Youth as the Nation’s Pillars Kevin Saktia Fahrezy; Jasmine Abir Putri Widodo; Kharisatul Uyun; Isnaini Laila Afifah; Rodhotun Nimah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6661

Abstract

Korupsi merupakan tantangan besar yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan bangsa, termasuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Pendidikan anti korupsi menjadi salah satu strategi penting untuk memutus mata rantai korupsi. Terutama melalui pembentukan generasi muda yang berintegritas. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan pendidikan anti korupsi kepada siswa SMK Pandanaran Boyolali dengan metode sosialisasi, diskusi, dan permainan edukatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 November 2024 dengan jumlah 42 peserta didik. Sosialisasi dilakukan menggunakan presentasi materi tentang pengertian, dampak, dan upaya pencegahan korupsi, dilanjutkan diskusi interaktif serta game berbasis platform Kahoot untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya korupsi dan pentingnya integritas. Dapat dilihat dengan antusiasme tinggi siswa dalam kegiatan diskusi dan permainan, yang memperkuat pengetahuan dan kesadaran mereka akan nilai-nilai anti korupsi. Dengan demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu dalam kurikulum tetap menjadi hambatan dalam penerapan pendidikan anti korupsi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendidikan anti korupsi sebagai bagan integral dalam pembentukan karakter siswa untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan berkomitmen terhadap pemberantas korupsi.