Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam pola komunikasi dan pembentukan struktur sosial masyarakat. Salah satu implikasi terpenting dari perubahan ini adalah munculnya komunitas online sebagai bagian dari masyarakat jejaring (network society). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi komunitas online serta struktur sosial yang terbentuk di dalamnya pada era media digital. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana identitas digital dan relasi sosial dikonstruksi melalui interaksi dalam ruang virtual.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang relevan dengan topik network society, komunitas online, struktur sosial digital, dan identitas digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menginterpretasikan fenomena sosial yang berkembang dalam masyarakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas online memiliki struktur sosial yang bersifat desentralistik, fleksibel, dan tidak bergantung pada hierarki formal. Kekuasaan dan pengaruh dalam komunitas digital cenderung ditentukan oleh modal digital seperti visibilitas, reputasi, serta kemampuan memproduksi dan mengelola konten. Identitas digital terbentuk sebagai konstruksi sosial yang dinamis melalui representasi diri, validasi komunitas, serta interaksi simbolik yang berlangsung secara intens. Komunitas online juga berfungsi sebagai ruang dukungan sosial, kolaborasi, dan partisipasi publik lintas batas geografis. penelitian ini menegaskan bahwa komunitas online merupakan bentuk struktur sosial baru dalam masyarakat jejaring yang membuka peluang besar bagi penguatan solidaritas sosial dan perluasan partisipasi publik, namun juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan digital dan potensi polarisasi sosial.
Copyrights © 2026