Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinan Kejadian Chikungunya di Dusun Puare Desa Buttu Pamboang Kabupaten Majene Rahmat M; Asmuni Asmuni; Hilky Ofan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7137

Abstract

Chikungunya adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, ditandai demam mendadak dan nyeri sendi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keberadaan tempat penampungan air (TPA) dan keberadaan sampah dengan kejadian chikungunya di Dusun Puare, Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Desain penelitian case-control dengan pendekatan kuantitatif digunakan. Kelompok kasus terdiri dari penduduk yang terdiagnosis chikungunya oleh petugas kesehatan, sedangkan kelompok kontrol adalah penduduk tanpa diagnosis pada periode sama. Sampel sebanyak 56 responden (28 kasus dan 28 kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur serta observasi lingkungan rumah. Analisis univariat dan bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara keberadaan TPA dengan kejadian chikungunya (p value = 0,501; OR = 2,00). Sebaliknya, terdapat hubungan bermakna antara keberadaan sampah di sekitar rumah dengan kejadian chikungunya (p value = 0,003; OR = 6,25), yang mengindikasikan risiko lebih tinggi pada rumah dengan sampah. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit vektor. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan kapasitas petugas puskesmas dalam surveilans vektor, pelibatan komunitas dalam kegiatan bersih lingkungan berkala, serta kajian lanjutan untuk mengidentifikasi faktor sosial budaya yang mempengaruhi praktik kebersihan secara berkelanjutan.
PENYULUHAN BAHAYA ROKOK KEPADA ROKOH MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA POKKO hilky ofan; Arfiani Busman; St Hairah; Sartini
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian serius. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah paparan asap rokok pada ibu hamil dan anak. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hubungan perilaku merokok dengan gangguan pertumbuhan anak menyebabkan perlunya upaya edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tokoh masyarakat mengenai bahaya rokok sebagai faktor risiko stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pokko, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar bersama mahasiswa melalui metode penyuluhan kesehatan menggunakan ceramah, diskusi, dan leaflet edukatif. Sasaran kegiatan adalah tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh sosial dalam proses perubahan perilaku masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak paparan asap rokok terhadap kesehatan ibu hamil, janin, dan pertumbuhan anak. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting di masyarakat.
Faktor -Faktor Yang Beresiko Memiliki Anak Stunting Pada Wanita Karir hilky ofan; arfiani busman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting pada anak dapat terjadi pada 1000 hari pertama setelah pembuahan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain status sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi, kesehatan gizi ibu, penyakit infeksi, kekurangan zat gizi mikro, dan kondisi lingkungan. Akar penyebab terjadinya stunting antara lain terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, kondisi ekonomi keluarga yang buruk, dan gabungan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang memengaruhi lingkungan sekitTujuan : Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor potensi resiko memiliki anak stunting pada wanita yang bekerja ful Time. Metode: Penelitian explanatory research dengan pendekatan metode cross sectional. Sampel adalah40 pekerja wanita yang bekerja ful time di diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: mayoritas responden usia 35 (71,1%), pendidikan paling banyak SMA (44,4%), pendapatan ibu mayoritas UMR (91,1%), pendapatansuami mayoritas UMR (80%). Status anemia mayoritas tidak anemia (97,8%), LILA mayoritas 23,5(97,8%), IMT terbanyak tidak KEK ( 66,7%). Pengetahuan ibu paling banyak kategori baik (64,4%), jenis kelamin anak terbanyak perempuan (55,6) dan anak mengalami stunting (77,8%). Uji Chi Square menunjukkan P Value < α (0,05) yaitu variabel usia ibu, pengetahuan ibu, LILA, dan IMT sedangkan variabel pendidikan, pendapatan ibu, pendapatan suami, dengan P Value > α (0,05). Kesimpulan: Ada hubungan usia, pengetahuan, LILA, dan IMT dengan kejadian balita stunting pada pekerja wanita. Tidak ada hubungan pendidikan, pendapatan ibu, pendapatan suami dengan kejadian stunting pada pekerja Wanita Kata Kunci : Stunting, Wanita Pekerja, Faktor Resiko.