Chikungunya adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, ditandai demam mendadak dan nyeri sendi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keberadaan tempat penampungan air (TPA) dan keberadaan sampah dengan kejadian chikungunya di Dusun Puare, Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Desain penelitian case-control dengan pendekatan kuantitatif digunakan. Kelompok kasus terdiri dari penduduk yang terdiagnosis chikungunya oleh petugas kesehatan, sedangkan kelompok kontrol adalah penduduk tanpa diagnosis pada periode sama. Sampel sebanyak 56 responden (28 kasus dan 28 kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur serta observasi lingkungan rumah. Analisis univariat dan bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara keberadaan TPA dengan kejadian chikungunya (p value = 0,501; OR = 2,00). Sebaliknya, terdapat hubungan bermakna antara keberadaan sampah di sekitar rumah dengan kejadian chikungunya (p value = 0,003; OR = 6,25), yang mengindikasikan risiko lebih tinggi pada rumah dengan sampah. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit vektor. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan kapasitas petugas puskesmas dalam surveilans vektor, pelibatan komunitas dalam kegiatan bersih lingkungan berkala, serta kajian lanjutan untuk mengidentifikasi faktor sosial budaya yang mempengaruhi praktik kebersihan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026