Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas dan Tingkat Pelayanan Jalan Raya di Kota Ambon Berbasis Analisis Derajat Kejenuhan dengan Metode MKJI 1997 Billy Christ Mual; Frando Simon Hukom; I Made Krisnajnana Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kapasitas dan tingkat pelayanan jalan di Kota Ambon berbasis analisis derajat kejenuhan dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk mengidentifikasi kondisi kritis pada ruas-ruas jalan utama. Evaluasi komprehensif terhadap derajat kejenuhan, kapasitas efektif, dan tingkat pelayanan jalan menjadi instrumen vital dalam mengidentifikasi titik-titik kemacetan kritis serta merumuskan strategi intervensi yang tepat guna meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan di wilayah kepulauan.Materi dan metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei lapangan pada tiga ruas jalan utama di Kota Ambon yaitu Jalan A.Y. Patty, Jalan Said Perintah, dan Jalan Dr. Kayadoe. Pengumpulan data primer dilakukan selama tiga hari kerja pada periode jam puncak pagi, jam normal, dan jam puncak sore menggunakan traffic counter untuk pencacahan volume kendaraan, speed gun untuk pengukuran kecepatan, serta formulir survei untuk hambatan samping. Analisis data dilakukan dengan menghitung kapasitas jalan menggunakan formula MKJI 1997 yang mempertimbangkan kapasitas dasar dan berbagai faktor penyesuaian.Hasil penelitian menunjukkan ketiga ruas jalan mengalami kondisi kritis dengan derajat kejenuhan berkisar antara 0,82 hingga 0,98. Jalan Said Perintah mencatat kondisi paling kritis dengan derajat kejenuhan 0,98 dan tingkat pelayanan E. Hambatan samping dengan frekuensi 500-723 kejadian per jam menjadi faktor dominan yang menurunkan kapasitas efektif jalan hingga 20-25 persen. Kecepatan tempuh rata-rata mengalami penurunan signifikan sebesar 26,9-32,1 persen dari kecepatan arus bebas teoritis.Kesimpulan penelitian adalah sistem transportasi jalan di Kota Ambon telah mendekati batas kapasitas maksimal yang memerlukan intervensi segera melalui strategi rekayasa lalu lintas, pengurangan hambatan samping, dan pengembangan sistem angkutan umum massal untuk mencegah degradasi lebih lanjut.
Pemodelan Bangkitan dan Tarikan Perjalanan Kawasan Komersial Kota Ambon Menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan Karakteristik Lalu Lintas Billy Christ Mual; Lenora Leuhery
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7456

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model matematis bangkitan dan tarikan perjalanan kawasan komersial Kota Ambon serta menganalisis karakteristik lalu lintas yang terbentuk sebagai basis perencanaan transportasi perkotaan yang berkelanjutan. Pertumbuhan aktivitas komersial di Kota Ambon telah memicu peningkatan volume lalu lintas yang berimplikasi pada kemacetan dan penurunan tingkat pelayanan jalan, sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai pola bangkitan dan tarikan perjalanan berdasarkan karakteristik kawasan komersial. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan terhadap 15 zona komersial utama di Kota Ambon. Data primer diperoleh melalui traffic counting, survei wawancara terhadap pengunjung kawasan, dan inventarisasi karakteristik fisik bangunan komersial, sedangkan data sekunder bersumber dari instansi pemerintah terkait. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik lalu lintas dan regresi linear berganda dengan metode stepwise untuk mengidentifikasi variabel signifikan yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan model bangkitan dengan R² = 0,847 mengidentifikasi luas lantai bangunan, jumlah tenaga kerja, dan kapasitas parkir sebagai variabel signifikan, sedangkan model tarikan dengan R² = 0,862 dipengaruhi oleh keberagaman barang-jasa, aksesibilitas, luas lantai, dan fasilitas penunjang. Karakteristik lalu lintas menunjukkan volume harian rata-rata 8.450 kendaraan dengan dominasi sepeda motor 62,3 persen, puncak sore hari mencapai 1.520 kendaraan per jam, dan kecepatan rata-rata 15,2-18,5 km/jam mengindikasikan tingkat pelayanan kategori D-E. Kesimpulan menunjukkan model yang dikembangkan memiliki akurasi tinggi dengan R² > 0,84 dan telah memenuhi uji asumsi klasik, sehingga dapat diaplikasikan sebagai instrumen prediksi kebutuhan pergerakan untuk mendukung perencanaan transportasi perkotaan yang berkelanjutan di Kota Ambon dan evaluasi dampak pengembangan kawasan komersial terhadap sistem lalu lintas.
Kajian Eksperimental Kinerja Perkuatan Confined Masonry dengan Rasio Bukaan Besar I Made Krisnajnana Putra; Frando Simon Hukom; Billy Christ Mual
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1245

Abstract

Confined Masonry (CM) yang dibangun dengan baik adalah struktur yang berkinerja baik saat menerima beban gempa. Sekolah merupakan contoh dari bangunan CM, tetapi masih banyak bangunan sekolah di Indonesia yang tidak aman dari beban rencara (beban gempa). Perkuatan sangat diperluakan untuk meningkatkan kinerja CM dengan metode yang sederhana, cepat, ketersediaan bahan kontruksi dan tentunya murah. Adanya rasio bukaan yang besar pada pasangan dinding bata sekolah merupakan hal yang juga perlu dilakukannya perkuatan karena rasio bukaan yang besar menjadi titik kritis CM saat menerima beban gempa. Sehingga perlunya kajian eksperimental mengenai kinerja perkuatan confined masonry with opening (CMO) dan juga analisis pengaruh rasio bukaan yang besar terdahap kinerja struktur dengan membandingkan antara perkuatan CMO dengan perkuatan CM tanpa bukaan. Dilakukan dua opsi metode perkuatan CMO pada penelitian ini. Dua benda uji CMO masing-masing diperkuat dengan metode ferrocement dan wingwall. Kedua benda uji diberi beban lateral siklik sejajar bidang. Pengujian material penyusun dinding bata juga dilakukan untuk mengetahui properti dari material terpasang yang kedepannya data tersebut dapat digunakan untuk pemodelan numerik. Hasil kinerja perkuatan CM tanpa bukaan sebagai pembanding CMO diambil dari penelitian sebelumnya yang dilakukan Firdaus, A. (2023). Rasio bukaan yang besar menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan dan kekakuan confined masonry yang diperkuat. Kekuatan lateral pada perkuatan ferrocement (CMO-FC dan CM-FC) lebih besar dibangkan dengan perkuatan wingwall (CMO-WW dan CM-WW). Kekakuan pada spesimen CMO-FC lebih besar 1,87 kali dibandingkan dengan spesimen CMO-WW. Sedangkan pada spesimen CM-FC lebih besar 1,12 kali dibandingkan dengan spesimen dengan spesimen CM-WW. Spesimen dengan perkuatan wingwall menunjukkan nilai energi input yang lebih tinggi dibandingkan dengan spesimen dengan perkuatan ferrocement, perbedaan ini terjadi karena pola keruntuhan spesimen CMO-FC dan CM-FC terbatas hanya pada area spesifik tertentu atau pada daerah kritis dan mekanisme keruntuhan tidak terdistribusi dengan baik ke seluruh sistem struktur.