Boraks merupakan senyawa kimia turunan dari logam berat boron (B) yang biasanya digunakan sebagai bahan anti jamur, untuk pengawet kayu, dan sebagai antiseptik pada produk kosmetik. Boraks sering digunakan oleh para pedagang yang menginginkan keuntungan lebih dalam memproduksi makanan. Salah satunya adalah kerupuk untuk mempertahankan rasa renyah ini seringkali produsen menambahkan bahan tambahan pangan berupa boraks atau sering disebut bleng padahal penggunaan boraks dilarang dalam makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan tingkat cemaran boraks pada produk kerupuk UMKM Kec. Sidayu terhadap keamanan pangan di Pasar Sidayu gresik. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kuantitatif sederhana dengan alur induktif. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan 20 sampel kerupuk yang paling laku dijual pada pedagang kerupuk di Pasar Sidayu Gresik. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2026. Hasil penelitian Prevalensi Cemaran boraks pada produk kerupuk UMKM yang beredar di Pasar Sidayu Gresik sebesar 85% berdasarkan 20 sampel yang di periksa 17 diantaranya mengandung boraks sementara 3 lainnya tidak terdeteksi boraks. Kadar boraks tertinggi ditemukan pada sampel K10 dengan kadar boraksnya mencapai 762,6 mg/l dan kadar boraks terendah ditemukan di sampel K16 sebesar 86,2 mg/l. Berdasarkan tabel hasil uji Independent Sample T-Test dengan nilai signifikansi <0,05 yang artinya H1 diterima yaitu terdapat perbedaan kadar cemaran boraks dalam kerupuk dipasar sidayu